Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Mengajar Jangan untuk Menggugurkan Kewajiban

0 18

PALU EKSPRES, PALU – Kualitas yang dimiliki oleh sebuah generasi penerus bangsa, dinilai salah satunya ditentukan oleh kualitas guru pendidikan agamanya.

Olehnya, menurut Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulteng, H. Abdullah Latopada, perlu ditinjau lebih dalam sejauh mana tanggung jawab moral tersebut, dilaksanakan oleh para guru agama.

“Ini tanggung jawab moral kita. Jadi, jangan guru agama mengajar hanya untuk menggugurkan kewajiban,” tegas Abdullah, saat membuka Workshop Penyusunan Naskah Soal Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), di salah satu hotel di Kota Palu, Rabu 7 Februari 2018.

Ia juga menekankan, keberhasilan para peserta didik pada USBN nantinya, merupakan keberhasilan dari gurunya.

Sebaliknya menurut Abdullah, jika peserta didiknya gagal dalam mata pelajaran agama, maka itu merupakan kegagalan dari metode pembelajaran yang diterapkan oleh gurunya.

“Kalau misalnya anak didik itu lulus di mata pelajaran lain sedangkan di pelajaran agama tidak lulus, maka adalah metode pembelajaran guru agamanya yang ditanyakan, sehingga kurang menarik minat peserta didiknya,” ujarnya.

Olehnya, Abdullah menerangkan, para guru agama hendaknya dapat berinisiatif dan berinovasi untuk menambah pengetahuan dan wawasan anak didiknya di bidang keagamaan, dengan ketersediaan waktu mengajar 3 jam setiap pekannya.

“Saya juga mendorong kepada Kepala Bidang, untuk terus mengevaluasi guru-guru agama di Sulteng yang jumlahnya begitu banyak,” imbuhnya.

Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis) Kanwil Kemenag Sulteng, Dr. Kiflin Padjala menyebutkan, workshop yang dilaksanakan selama tiga hari tersebut, akan betul-betul fokus pada penyusunan naskah soal USBN mata pelajaran PAI, mulai dari tingkat SD, SMP, serta SMA dan SMK.

Output dari hasil kerja pad workshop tersebut, akan dilihat pada persentasi tingkat kelulusan mata pelajaran PAI nantinya.

“Wajah pendidikan agama kita, salah satunya akan dilihat pada hasil dari mata pelajaran PAI pada USBN nantinya,” kata Kiflin.

Kiflin menuturkan, sebanyak 70 peserta yang mengikuti workshop tersebut, merupakan representasi dari para guru PAI tingkat SD, SMP, SMA dan SMK dari seluruh daerah di Provinsi Sulteng.

(abr/Palu Ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.