Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Kanwil Kemenag Gelar Salat Gerhana di Masjid Agung

0 6

PALU EKSPRES, PALU – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulteng akan menggelar salat khusuf (salat gerhana bulan), bersama Kantor Kemenag Kota Palu di Masjid Agung Darussalam Palu, bertepatan pada fenomena gerhana bulan total, Rabu 31 Januari 2018 malam.

Kepala Seksi Pembinaan Syariah dan Urusan Agama Islam, Kanwil Kemenag Sulteng, Sofyan Arsyad menyebutkan, selain dilaksanakan di Kota Palu, pihaknya juga sudah menyurat ke Kantor Kemenag di seluruh Kabupaten dan Kota di Sulteng, untuk selanjutnya diteruskan ke KUA di tiap Kecamatan, untuk melaksanakan salat gerhana tersebut.

“Sudah ada laporan di beberapa tempat, seperti Kabupaten Morowali Utara dan Parigi Moutong siap melaksanakan. Kita sudah sampaikan juga tata caranya ke daerah-daerah. Ini menyikapi imbauan dari Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, dan memang hukumnya juga Sunnah Muakkad,” kata Sofyan, di ruang kerjanya, Selasa 30 Januari 2018.

Ia berharap, dengan adanya surat tersebut, dapat dilaksanakan di seluruh Kecamatan di Sulteng, minimal dilaksanakan di satu Masjid tiap Kecamatan. Untuk pelaksanaan di Masjid Agung Darussalam Palu, Sofyan juga mengungkapkan, selain para jamaah Masjid, karyawan Kanwil Kemenag Sulteng dan Kantor Kemenag Kota Palu, turut diundang adalah para guru dan siswa dari Madrasah Aliyah Negeri 1 (MAN1) dan MAN 2 Kota Palu.

“Saya kira ini bagian dari edukasi kepada masyarakat, juga bagian dari mengenalkan salat ini kepada siswa, sehingga umat jangan hanya tahu salat lima waktu saja, tetapi juga salat-salat yang lain,” ujarnya.

Ketua I Pengurus Masjid Agung Darussalam Palu, Dr. Kiflin Padjala menyebutkan, salat gerhana bulan akan digelar usai salat Isya secara berjamaah. Ia juga menjelaskan, sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, pelaksanaan salat gerhana tersebut akan langsung dilanjutkan dengan khutbah salat gerhana.

“Ini pernah dilaksanakan pada zaman Rasulullah. Pada waktu itu ketika terjadi gerhana, Rasulullah mencontohkan untuk melaksanakan salat gerhana, usai melaksanakan salat dilanjutkan dengan khutbah. Ketika itu beliau sendiri yang memimpin salat, dan langsung berdiri menyampaikan khutbah,” tutur Kiflin, Selasa 30 Januari 2018.

Untuk pelaksanaan salat gerhana di Masjid Agung Darussalam malam nanti, Kiflin menyebutkan, yang akan bertindak sebagai imam adalah imam Masjid Agung, H. Abd. Aziz dan yang bertindak sebagai khatib adalah salah seorang Dosen IAIN Palu, Dr. Thamrin.

Disebutkan Kiflin, tata cara salat gerhana berbeda dari salat-salat lainnya. Dituturkannya, setelah diawali niat salat khusuf dua rakaat, pada rakaat pertama dibaca surah Alfatihah dan setelahnya dibaca salah satu surah yang panjang dari Alquran. Setelah membaca Alfatihah dan surah tersebut, dilanjutkan dengan rukuk yang cukup panjang, lalu kembali berdiri tegak membaca surah Alfatihah dan surah lainnya yang lebih pendek dari surah pertama.

Setelahnya, dilanjutkan dengan gerakan-gerakan salat seperti biasa. “Setelah sujud kita bangkit lagi rakaat kedua, tata caranya sama dengan rakaat pertama, tapi surahnya yang setelah Alfatihah nya lebih pendek dari rakaat pertama. Usai salam khatib langsung berdiri membawakan khutbah,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kiflin juga menyampaikan bahwa umat Islam dianjurkan memperbanyak zikir dan sedekah pada saat peristiwa gerhana tersebut. Dengan itu, diharapkan semakin menguatkan iman dan ketakwaan umat Islam.

“Ini adalah tanda-tanda kebesaran Allah, sebagai fenomena alam yang mudah-mudahan membuat iman dan ketakwaan kita menjadi lebih kuat,” tandasnya.

(abr/Palu Ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.