Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Lebih Sulit dari Yang Diperkirakan, Rotasi Guru SD Ditunda Sampai…

0 628

PALU EKSPRES, PALU – Pelaksanaan rotasi guru SD se-Kota Palu kembali mengalami penundaan. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu, H. Ansyar Sutiadi, saat ditanyai perihal rotasi tersebut, di ruang kerjanya baru-baru ini.

Menurutnya, ada beberapa pertimbangan lain selain zonasi, yang penyusunannya tidak dapat terkejar dalam waktu dekat ini. Pertimbangan tersebut, dikatakan Ansyar berkaitan kualifikasi-kualifikasi khusus yang dimiliki oleh para guru, yang penempatannya tentu juga harus disesuaikan kembali. Di antaranya adalah penempatan guru kelas atas (kelas 4-6) dan kelas bawah (kelas 1-3), guru K13, guru khusus difabel, serta guru-guru yang telah dilatih khusus PPK.

“Beberapa kali kita pertemuan dengan bidang teknis, terjadi lagi pemikiran bahwa ada guru kelas atas kelas bawah, kemudian ada guru K13, guru difabel, kemudian ada guru-guru yang sudah dilatih khusus PPK. Ini yang lagi kita carikan formulanya,” ujar Ansyar.

Ia mengaku pertimbangan-pertimbangan tersebut menjadikan program rotasi guru SD se-Kota Palu ini, lebih sulit dari perkiraan awal, yakni hanya berdasarkan pertimbangan zonasi tempat tinggal guru.

“Lebih sulit dari yang diperkirakan. Awalnya bulan Januari (diterapkan-red), ternyata kesulitan mengatur berdasarkan komposisi tersebut. Kalau hanya berdasarkan zonasi, sebenarnya tidak sulit dan sudah ada datanya, tetapi setelah dilihat penempatan sesuai dengan kelas atas kelas bawah, kemudian yang lainnya, itu yang tidak terpikirkan awalnya,” akunya.

Selain itu, yang menjadi pertimbangan batalnya rotasi guru pada awal awal tahun ini, kata Ansyar, adalah para siswa dan sekolah saat ini sudah mulai fokus, pada pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) pada bulan April 2018 mendatang.

“Bulan April anak-anak sudah akan fokus ujian USBN, ini berisiko jika dilakukan rotasi. Makanya saya sampaikan, matangkan lagi persiapannya. Memang saya juga dapat beberapa saran, agar dilakukan bukan di pertengahan tahun ajaran, karena bimbingan sedang berjalan, sehingga lebih pas waktu tahun ajaran baru,” pungkasnya.

(abr/Palu Ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.