Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Hidayat-Sigit, Niepeku, Nikitaku, Nisaniku..

169

MUSISI – BIROKRAT – Duet pasangan Hidayat – Pasha yang berbeda latar belakang memberi warna tersendiru dalam pemerintahan lima tahun kedepan.

Pilih Tim Independen Dampingi Pemerintahan
INI bukan yang pertama artis menjadi kepala daerah  di Indonesia. Namun kemenangan pasangan Hidayat M,si dan Sigit Purnomo Said, di Pemilihan Walikota Palu periode 2016-2021 menjadi fenomenal di Sulawesi Tengah. Siapa yang tak kenal Sigit. Vokalis Grup Band Ungu yang digandrungi para remaja Indonesia ini. Menjadi Wakil Walikota mendampingi birokrat tulen, Hidayat. Seperti apa warna pemerintahan mereka?

Hamdi Anwar, Palu  

“Visi Walikota terpilih  adalah menjadikan Kota Palu sebagai kota jasa berbudaya dan beradat dilandasi Iman dan Taqwa.” Demikian Arkam  Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Palu kepada Palu Ekspres, Senin 15 Februari 2016.

Dengan misi :  pertama,  pemetaan sumber daya Kota Palu berbasis IT, Penciptaan sistem informasi potensi sumberdaya berbasis IT, survey potensi sumber daya, pembangunan jaringan sistem informasi potensi sumber daya pada SKPD dan kelurahan, tuturnya.

Misi keduanya,  yaitu peningkatan dan pengembangan daya saing potensi sumber daya manusia berbasis budaya, pendidikan murah, terjangkau dan berkualitas, pelayanan kesehatan murah terjangkau dan berkualitas, pembentukan karakter kebangsaan melalui pendidikan budaya dan agama.

Nah dari Visi Misi tersebut kata Arkam, direncanakan untuk satu tujuan menuju karakter Masintuvu Kita Maroso, Morambanga Kita Marisi’ yang berarti Bersatu Kita Kuat dan Bersama-sama Kita Kokoh.

Lalu katanya, untuk mengawal penyelenggaraan  pembangunan, pasangan berlatar belakang Birokrat dan Artis penyanyi ini akan dibantu oleh tim independen yang bekerja layaknya dewan pertimbangan. Tim terdiri dari 12 orang dari berbagai kalangan profesional. Tim ini nantinya yang akan selalu memberi analisis sebelum menelorkan suatu kebijakan pembangunan.

“Pembentukan tim independen ini sudah menjadi  komitmen pasangan Walikota dan Wakil Walikota,” ungkap Arkam.  Dengan tagline Dasi Ungu yang tertuang dalam program kerja dan visi misinya sewaktu mencalonkan diri. Tim independen akan mengklarifikasi dan mengevaluasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Beberapa tugas tim independen ini nantinya mengklarifikasi dan mengarahkan rencana program dan kegiatan serta anggaran pembangunan daerah dengan isu-isu strategis yang berasal dari unit kerja Pemkot Palu. Tujuan utama pertimbangan tim agar pemanfaatan APBD berjalan secara realistis, rasional dan proporsional. ” Sebab kekuasaan bukan  terletak pada peran dan fungsi, tetapi terletak pada sistem,” tandas Arkam.

Selain itu tim independen juga mempunyai peran dan fungsi monitoring dan evaluasi terhadap dampak dan keuntungan masyarakat secara nyata pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan. Atau dengan kata lain memastikan program kegiatan dan anggaran memiliki dampak dan nilai manfaat sesuai prinsip dasar pasangan Dasi Ungu yaitu ‘Saya Dengar, Saya Lihat dan Saya Tahu atau “Niepeku, Nikitaku, Nisaniku” dalam bahasa Kaili.

Terkait dengan pembentukan tim independen itu,  Hidayat juga telah berkoordinasi dengan sejumlah pejabat lingkup Pemkot di antaranya Kepala Bagian Humas dan Protokol, Akram. Secara umum kata Kabag Humas, tim independen  juga akan memberi pertimbangan pada Walikota tentang program dan kegiatan yang dilakukan masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Dengan kata lain, setiap kebijakan SKPD itu harus sinkron dengan program dan visi misi walikota.

Tambah Akram,  visi misi yang akan dilaksanakan walikota terpilih akan mengintervensi masyarakat dengan berbagai usaha ekonomi kreatif. Hal itu disebabkan adanya pergeseran fungsi lahan dan keterbatasan keterampilan usaha masyarakat. “Dengan begitu kata dia, tak ada masyarakat yang akan merasa termarjinalkan dan dapat sejajar dengan dalam kehidupan sosial seluruh lapisan masyarakat.

Walikota terpilih Hidayat katanya menilai pembagunan kota dengan potensi sumber daya alamnya saat ini juga sudah sangat terbatas. Seperti pertanian, perkebunan dan perikanan, peternakan dan pertambangan. Maka upaya pembangunan Kota Palu yang akan dilaksanakan nanti tetap akan dititikberatkan pada sektor jasa.

Dan untuk mendorong pembangunan sektor jasa itu, maka dibutuhkan adanya perubahan-perubahan yang signifikan dengan strategis pembangunan berbasis budaya dan adat yang dilandasi iman dan taqwa.Pembangunan berbasis budaya dan adat dengan landasan iman dan taqwa menurutnya adalah  langkah strategis kebijakan pembangunan kota yang akan dilakukan walikota terpilih dalam mendorong pembangunan ideologi, politik,ekonomi, sosial budaya,keamanan dan ketertiban yang berwawasan lingkungan.

Berikut sejumlah arah kebijakan pembangunan yang akan dilaksanakan Walikota dan Wakil Walikota periode 2016-2021 Hidayat M Si-Sigit Purnomo Said sebagaimana rencana dalam visi-misi dan progran kerjanya.
Kelurahan inovasi unggul dan mandiri berbasis iptek bagi kemandirian ekonomi kerakyatan kebijakan ini dengan kegiatan peningkatan keterampilan usaha melalui pemagangan, pendidikan dan pelatihan. Peningkatan dan pengembangan keanekaragaman usaha masyarakat berbasis home industri berwawasan lingkugan dan berkelanjutan. Mendorong dan meningkatkan ekonomi kreatif dan inovatif, mendorong investasi berbasis potensi sumber daya lokal berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.

Untuk birokrasi, pasangan Hidayat-Sigit Purnomo Said akan merasionalisasi birokrasi pemerintah  agar lebih efisien dan efektif serta berbasis budaya dengan pola penataan dan rasionalisasi kelembagaan. Penataan dan rasionalisasi tata laksana berbasis budaya.Penataan dan rasionalisasi sumber daya birokrasi berbasis budaya serta penataan dan rasionalisasi program kegiatan dan anggaran.

Sementara penataan dan pengembangan infrastruktur kota berbasis wisata budaya, Hidayat akan menggunakan pendekatan peningkatan dan pengembangan pelayanan dan transportasi kota. Peningkatan dan pengembangan dekorasi kota berbasis budaya. Peningkatan dan pengembangan fungsi ruang-ruang publik kota berbasis budaya. Penataan managemen kebersihan dan keindahan kota berbasis budaya dan pembangunan dan pengembangan pusat-pusat wisata berbasis budaya.

Visi misi lainnya adalah revitalisasi nilai-nilai karakter kebangsaan dengan pola pembinaan, penguatan dan pengembangan lembaga adat, pengembangan dan peningkatan nilai-nilai kearifan lokal, pungutan dan pengembangan lembaga seni budaya serta mendorong dan meningkatkan peran lembaga adat dan lembaga agama dalam tata kehidupan sosial. (***)

Komentar ditutup