Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Lama Ditelantarkan, Sebentar Lagi Anak Suku Terasing Mengenyam Pendidikan

0 20

PALU EKSPRES, TOLITOLI – Keberasdaan Dusun Bambanipa Desa Malala Kecamatan Dondo Kabupaten Tolitoli belum banyak diketahui dan jauh dari kata kesejahteraan. Bahkan, sekitar 50an anak di wilayah ini belum disentuh pendidikan.

Kepala Desa Malala, Imran Samad saat dikonfirmasi Palu Ekspres selasa (9/1) mengatakan 30 lebih kepala keluarga suku terasing yang jaraknya sekitar tujuh kilometer dari perkampungan, tidak pernah mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten.

“Selama 25 tahun lebih bermukim, sekitar 50 anak anak tidak pernah menikmati dunia pendidikan,” keta Imran.

Ia menjelaskan, keberadaan suku pedalaman itu sudah sering disampaikan ke Pemerintah Kabupaten Tolitoli supaya mendapat perhatian. Sayangnya sampai saat ini belum ada sikap dari Pemda. Alasannya warga tersebut tidak pernah miliki kartu identitas berupa KTP dan Kartu Keluarga.

“Selama bermukim di sana, masyarakat tidak pernah memiliki identitas KTP dan Kartu Keluarga,” katanya.

Meski dimikian, belakangan ini kabar baik datang dari Dinas Pendidikan setempat. Dinas tersebut rencananya akan menbangun sekolah kelas jauh yang akan mengakomodsi kepentingan pendidikan anak-anak suku terasing.

“Belum lama ini ada dari Dinas Pendidikan meninjau langsung perkampungan suku terasing. Setelah didata pihak dinas akan mendirikan kelas jauh,” ucapnya.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Seksi Pembinaan SD Dinas Pendidikan Tolitoli, Taufik. Kepada Palu Ekspres ia mengatakan, awalnya pihak dinas tidak pernah mengetahui keberadaan puluhan anak suku terasing di Desa Malala. Namun setelah ditinjau pada Senin (8/1) kemarin, meneka menemukan ada sekitar 50 anak yang bermukim di tempat itu tidak pernah mengenyam dunia pendidikan.

Rencananya, pekan depan pihak dinas akan mendirikan kelas jauh dengan mendatangkan tenaga guru yang ada di sekitar desa tersebut.

“Senin kemarin saya meninjau perkampungan suku terasing, memang anak-anak tidak pernah sekolah, dan masalah ini saya sudah sampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan,” jelasnya.

Taufik menuturkan Kepala Dinas sangat merespon dan merencanakan kelas jauh serta mendatangkan tenaga pengajar yang yang di sekitar Desa Malala.

(Mg6/Palu Ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.