Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Bentrok Pengembala dan Petani, 71 Tewas

0 19

PALU EKSPRES, BENUE – Sebanyak 71 orang tewas dalam seminggu setelah terjadi kekerasan di negara bagian Benue, Nigeria.

Seorang juru bicara pemerintah mengatakan pada hari Senin bahwa sebagian besar korban terlibat dalam bentrokan antara penggembala ternak Muslim dan petani Kristen.

Pembunuhan tersebut membahayakan usaha Presiden Muhammadu Buhari untuk membawa keamanan dan stabilitas ke Nigeria. Para gembala Muslim, terutama kelompok etnis Fulani, dan petani Kristen sering bentrok karena penggunaan lahan di daerah terpencil di wilayah Middle Belt.

Terve Akase, sekretaris pers untuk gubernur negara bagian Benue mengatakan, bentrokan menyebabkan 71 orang tewas dari 31 Desember sampai 6 Januari. “Serangan terjadi di desa-desa yang sangat terpencil,” kata Akase.

Jumlah korban diyakini akan terus bertambah. Pasalnya, pencarian terus berlangsung. “Sekarang, dengan petugas keamanan di lapangan, penduduk desa telah berkeliling untuk mendapatkan lebih banyak mayat,” jelasnya.

Petugas inspektur polisi Nigeria, Ibrahim Idris, mengatakan kepada wartawan minggu lalu bahwa negara tersebut aman, meskipun lebih banyak polisi akan dikirim ke negara bagian Benue untuk menangani kekerasan tersebut. “Apa yang seharusnya kita doakan adalah agar warga Nigeria belajar hidup berdamai satu sama lain,” kata Idris.

Pasukan Nigeria telah dikerahkan di lebih dari 30 dari 36 negara bagian untuk mengatasi ketidakamanan yang memicu sorotan pada kinerja polisi. Pada bulan November, setidaknya 30 orang dari komunitas penggembalaan ternak, termasuk anak kecil, terbunuh dalam bentrokan di negara bagian timur laut Adamawa.

(Reuters/amr/fajar)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.