Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Kok Bagi Kaum Berduit Alkohol Tidak Beresiko, tapi Bagi yang Kere…

0 9

PALU EKSPRES, JAKARTA – Setiap orang memiliki toleransi berbeda-beda akan minuman beralkohol. Ada yang mudah mabuk meski hanya meminum beberapa tegukan, namun ada juga yang mampu bertahan meminumnya dalam jumlah yang banyak.

Namun jika bicara konsumsi alkohol, ternyata daya rusaknya terhadap tubuh ada hubungannya dengan tingkat sosial ekonomi seseorang.

Berdasarkan studi yang dilakukan peneliti dari Norwegian Institute of Public Health atas 200 ribu orang lebih, ditemukan bahwa mereka yang sosial ekonominya lemah dan gemar mengkonsumsi alkohol, lebih cenderung terkena masalah kesehatan seperti gangguan jantung.

Sementara pada mereka yang memiliki kantung tebal, alias berduit, tidak menunjukan adanya masalah dari kebiasaan mereka mengkonsumsi alkohol, meski mereka lebih sering mengkonsumsinya.

Inverse melansir, para peneliti yang terlibat dalam studi ini meyakini bahwa orang-orang kaya biasanya “mengkonsumsi alkohol dibarengi dengan makanan. Hal ini dapat membantu tubuh memetabolisasi alkohol dengan mudah dan menurunkan resiko penyakit yang dimaksud.”

Meski studi ini dilakukan di Norwegia, para peneliti yang merilis temuan ini pada PLOS Medicice itu berpendapat bahwa hasilnya juga akan sama jika studi ini dilakukan di negara-negara lain, khususnya negara-negara dengan kesenjangan sosial yang tinggi.

Menurut studi-studi sebelumnya, konsumsi minuman beralkohol, dua gelas sehari, dapat membantu menurunkan resiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes pada pria. Akan tetapi, ketika dikonsumsi berlebihan, alias bermabuk-mabukan, justru menjadi salah satu pemicu terjadinya pertumbuhan beberapa jenis kanker, merusak otak, kulit, jantung, otot dan berimbas pada kehidupannya secara keseluruhan.

(ruf/fajar)

Sumber: MensHealth.com

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.