Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Mengharukan, Penderita Kanker Ini Dinikahi Kekasihnya 18 Jam Sebelum Meninggal

0 22

PALU EKSPRES, CONNECTICUT – Heather Mosher telah berjuang melawan kanker payudara selama dua tahun, tapi selalu bermimpi untuk memiliki hari istimewa bersama David. Pasangan kekasih asal Connecticut, Amerika Serikat itupun menikah di ranjang rumah sakit.

Dia merayakan momen indah itu dengan lengan terulur saat masih bernapas melalui masker oksigen. Saat pahit itu ditangkap oleh pengiring pengantin Christina Karas. Mimpi Heather menjadi istri David hanya bertahan 18 jam sebelum dia meninggal dengan menyedihkan, lapor WFSB. Kata-kata terakhir yang diucapkan Heather adalah janji pernikahannya.

Mengingat perayaan Heather, David mengatakan bahwa itu mengingatkannya pada seseorang yang melintasi garis finish maraton. “Tidak ada yang mengira dia akan berhasil sejauh ini. Dia membuktikan semuanya salah dan itulah yang dikatakan foto itu kepadaku,” kata David.

Pasangan itu bertemu di sebuah kelas dansa lebih dari dua tahun yang lalu dan ‘tidak terpisahkan’ setelah itu. Hubungan mereka yang begitu bahagia diguncang keras oleh diagnosis kanker payudara Heather pada bulan Desember 2016.

Pada bulan September tahun ini, kanker itu ada di otaknya dan beberapa bulan kemudian, dia harus dibantu tabung pernapasan agar bisa tetap bertahan hidup. “Dia tidak tahu bahwa saya akan melamar malam itu, tapi saya berkata pada diri sendiri, dia perlu tahu bahwa dia tidak akan pergi ke jalan ini sendirian,” kata David.

Haether tidak diharapkan bisa melewati bulan Oktober, tapi Tuhan punya rencana lain. Hari pernikahan mereka ditetapkan pada 30 Desember, namun saat kankernya memburuk, mereka memajukannya ke 22 Desember.

David mengatakan bahwa dia tahu ini akan menjadi saat terakhir mereka bersama dan sepertinya ‘pemakaman paling aneh yang pernah saya hadapi’. Meski kehilangan istrinya beberapa jam setelah mereka menikah, dia membawa semangat juangnya bersamanya. “’Heather berkata, ‘Saya ingin terus berjuang’. Dia bisa melawan sampai akhir, saya akan berjuang sampai akhir hayat saya.”

(Metro/amr/fajar)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.