Breeding, Pembiakan Kunci Sukses Industri Seafood

  • Bagikan
Setelah mendalami melalui diskusi dan sejumlah informasi , ada tiga faktor membuat India dan Equador bisa menggeser posisi Indonesia. Antara lain; kedua negara tersebut sukses dalam (1) Breeding Center; (2) Teknologi perbaikan lingkungan budidaya; dan (3) Prosesing yang mengintegrasikan teknologi digital dengan mekanisasi. Breeding atau teknologi pembiakan induk udang menjadi kunci utama dalam peningkatan produksi udang karena mampu menyediakan benih dengan jaminan mutu dan jumlah secara tepat, kontinyu dan terukur. Ini menjadi modal dasar didalam menyusun Blue Print Industrialisasi udang. India maupun Equador belum lama membangun kerjasama dengan Breeding Nucleus Center, NBC udang jenis Vaname yang berada di Hawai dan Florida. Di kedua Negara tersebut telah dibangun Breeding Multification Center, BMC yang berfungsi membesarkan anakan yang diimpor dari NBC, kemudian diperdagangkan dan menjamin ketersediaan induk di dalam negeri. Indonesia di tahun 2007 melalui Kementrian Kelautan Perikanan secara mandiri langsung masuk pada program membangun NBC Vaname di Bali. Hampir bersamaan juga, sebuah perusahaan multi nasional membangun NBC di NTB. Sangat disayangkan kedua pionir NBC di Indonesia hingga saat ini performans induk yang dihasilkan tidak sebaik dengan induk dari NBC di Hawai maupun Florida dan menjadi penyebab hampir semua pembenihan udang di Indonesia mendatangkan induk dari kedua negara tersebut. Dan akhirnya menjadi salah satu Bottleneck atau sumbatan mendasar. Patut diberi apresiasi bahwa ada dua perusahaan pembenihan atau hatchery udang vaname, membuat kerjasama dengan salah satu NBC di Hawai dan membangun BMC di Indonesia. Hanya saja BMC mereka dipergunakan untuk kebutuhan sendiri. Dan belum bisa menjamin kebutuhan dalam negeri. Hasil evaluasi kedua pembenihan tersebut menunjukkan performans yang lebih stabil dalam hal kinerja produksi di tambak tambak yang menggunakan cara cara budidaya berorientasi lingkungan. Dan ini dapat dilihat bahwa daftar inden di kedua perusahaan itu tinggi. *****
  • Bagikan