Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Ramli Usman dan Susi Elvira Mastura Digeser ke Staf Ahli, Ini Keinginan Wawali

0 433

PALU EKSPRES, PALU – Walikota Palu lagi-lagi merotasi sejumlah pejabat Eselon II dan III lingkup Pemkot Palu, Jumat 15 Desember 2017.Pelantikan dan sumpah jabatan juga lagi-lagi dilakukan Wakil Wali Kota Palu, Sigit Purnomo Said.

‎Kali ini walikota merotasi empat pejabat pada eselon IIb. Antara lain, Ramli Usman yang baru menjabat sekitar 7 bulan sebagai kepala dinas lingkungan hidup (DLH) digeser menjadi staf ahli bidang sosial dan budaya.

Kemudian Susi Elvira Wahyuni Mastura yang sebelumnya menjabat Kepala Administrator (Kastor) KEK Palu digeser kembali menjadi staf ahli bidang ekonomi dan keuangan. Sebelum diangkat Kastor KEK, Susi memang menjabat salahsatu staf ahli. ‎

Selanjutnya Nursalam diangkat dalam jabatan baru sebagai kepala dinas kearsipan dan perpustakaan. Nursalam sebelumnya menjabat kepala dinas sosial. Berikutnya Denny S Taufan dipercaya menjabat Kastor KEK Palu. Denny sebelumnya menjabat kepala dinas kearsipan dan perpustakaan.

Adapun pejabat eselon IIIb yang dilantik bersamaan yaitu Abdul Rahman sebagai sekretaris dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan. Firman menjadi sekretaris DLH. Selanjutnya pada Eselon IIb masing-masing Subhan Haris menjadi kepala bidang kawasan pemukiman pada dinas perumahan dan kawasan permukiman. Serta Syafruddin sebagai kepala bidang pencegahan dan kesiapsiagaan pada badan penanggulangan bencana daerah.

Rotasi ini menyebabkan dua dinas lowong jabatan kepala. Yaitu dinas sosial yang ditinggal Nursalam, dan DLH yang ditinggal Ramli Usman.‎

Terkait dengan rotasi jabatan ini, Wakil Wali Kota Palu, Sigit Purnomo Said menyatakan semua itu adalah upaya memaksimalkan kinerja pejabat dalam jabatannya masing-masing.

Utamanya kata Pasha, sapaan akrabnya jabatan staf ahli. Selama ini Pasha menilai pejabat dalam jabatan itu tidak berfungsi maksimal. Padahal jabatan itu setara dewan pertimbangan Presiden (Watimpres). Tugasnya memberi masukan jika terjadi kekosongan aturan yang berdampak pada kebijakan.‎

‎‎Pasha mengaku penasaran akan tugas staf di kantor walikota. Kemudian perlahan mempelajarinya.

“Kalau begitu staf ahli harusnya banyak-banyak diruangan walikota. Tapi selama ini saya tak pernah liat staf ahli masuk diruangan pak wali,”sebutnya.

Karena itu menurut Pasha, dirinya kemudian menyarankan wali kota agar fungsi staf ahli harus segera dimaksimalkan layaknya watimpres dengan memilih pejabat kompeten dan dapat dipercaya.‎

‎‎”Karena itu kami ingin mengisi kekosongan pejabat staf ahli ini. Bagi kami tidak ada istilah staf ahli tempat buangan akhir,”ujar Pasha.

Kepada Ramli Usman, Pasha berpesan khusus. Bahwa penempatannya dalam jabatan staf ahli saat ini juga sebagai bentuk penyegaran. Pasalnya ujar Pasha, jabatan kepala DLH sebelumnya adalah jabatan yang penuh tanggung jawab dengan program kegiatan lumayan padat.

“Mungkin dalam staf ahli bapak bisa lebih santai sedikit dari beban kerja. Makanya kita rotasi lagi. Biar pejabat sekarang juga mengetahui bagaimana beratnya perkejaan DLH,”ucapnya.

Diapun berpesan agar pejabat tetap berkomitmen mendukung semua program canangan walikota.

“Agar cita-cita dan visi misi menjadikan Kota Palu sesuai tema pembangunan dapat kita wujudkan bersama,”pungkasnya.

(mdi/Palu Ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.