Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Kini, Palu Punya Seorang Magister Urban Management Lulusan Universitas Birmingham

523

Apa yang membuat Reza yang pendidikan SMP-nya dihabiskan di dua kota Palu dan Bandung itu ngebet mengambil jurusan Urban Management? Nur Sangadji, sang ayah mengaku tidak mengetahui secara persis alasan sang anak. Namun ia menduga, setidaknya ada beberapa alasan logis mengapa sang anak yang oleh orang tuanya diarahkan masuk kedokteran itu, justru memilih disiplin ilmu soal tata kelola kota itu.

Pertama kata dia, latarbelakang pendidikan S1-nya adalah sarjana teknik yang dominan berkutat pada rancang bangun, setidaknya ikut menstimulasi alam bawah sadarnya sehingga memilih jurusan tersebut.

Kedua, ungkap kolumnis tetap Harian Palu Ekspres ini, pengalaman hidupnya yang ”nomaden” mulai dari Palu, Bandung, Bogor dan Makkassar lalu melalangbuana ke sejumlah negara di Eropa, memberikan pengalaman tersendiri soal bagaimana kota-kota hebat di dunia harus dikelola dengan baik.

Sehingga sebuah kota tidak hanya memproduksi keruwetan yang membuat ongkos sosial makin mahal – sebagaimana fenomena yang jamak di Indonesia, tetapi kota harus bisa memanusiakan warganya dan membahagiakan penghuninua.

”Jadi ada semacam kegelisahan akan hadirnya hunian yang ramah dan bersahaja, seperti halnya kota-kota di negara maju. Dari sinilah mungkin ia merasa Managemen Urbant penting untuk tidak sekadar diketahui tapi juga diterapkan,” katanya.

Sebagai orang tua kata dia, dirinya menghargai pilihan-pilihan itu. Walau sebenarnya sejak awal saya dan ibunya ingin dia menjadi dokter,” tutupnya.

(kia/Palu Ekspres)

Komentar ditutup