Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Setelah Daerah Terpencil, Disdik Parimo Bakal Naikkan Gaji Guru Honorer di Kota

179

PALU EKSPRES, PARIGI – Komitmen Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disik) Kabupaten Parigi Moutong untuk menyejahrekan guru honorer tahap demi tahap mulai berjalan. Setelah menaikkan gaji guru honorer di wilayah terpencil, kini Disdik berencana melakukan hal yang sama pada guru di wilayah kota.

“Sebentar kan mau ada pembahasan anggaran. Memang saya sudah niat untuk menaikkan honor itu. Cuman kan kita sekarang masih terkendala dengan dana. Kita kan sekarang masih berpatokan dengan DAU (dana alokasi umum). PAD kita kan masih di bawah,” kata Kadisdik Parimo, Adrudin Nur kepada Palu Ekspres, Kamis (30/11).

Sementara kata Adrudin, masih ada banyak masalah jika berharap anggaran dari DAU. Sebab dalam waktu dekat, alokasi dana DAU akan tersedot ke kegiatan-kegiatan besar.

“Ini kan kita mau Pilkada 2018. Juga ada Proprov nanti. Memang dalam APBD perubahan kemarin kami baru naikkan honor untuk guru-guru di daerah terpencil. Makanya mudah-mudahan ada kabara baik di rapat pembahasan anggaran nanti,” jelasnya.

Dalam upaya tersebut kata Adrudin, pihaknya sementara memverifikasi data-data guru honorer. Setidaknya ada sekitar 2000 orang honorer yang datanya masuk saat ini. Hanya saja, itu harus divalidasi lagi untuk memastikan bahwa mereka benar masih menjalankan tugas di sekolah.

“Ini dilakukan untuk menghindari ‘penumpang gelap’. Kita mau ketahui berapa jumlah rill honorer yang masih aktif sampai saat ini. Karena kalau kita mau memintanya melalui surat, biasanya ada nepotisme,” tambahnya.

Adrudin mengakui, tanpa adanya guru honorer, proses pendidikan di daerahnya akan terganggu. Artinya ketergantungan penyelenggaraan pendidikan atas guru honorer cukup tinggi. Sementara di sisi lain, gaji yang mereka terima masih di bawah standar.

Saat ini kata Adruddin, pihkanya mencoba mengusulkan kepada DPRD untuk membuat Perda Inisiatif terkait pungutan di sekolah melalui komite. Ia berharap kebijakan ini bisa dibuat dan dijalankan.

“Maksudnya begini. Kami tetap menganggarkan insentif mereka melaui DAU, dan di sisi lain ada juga dana komite melalui teman-teman di DPRD.”

Informasi yang dihimpun Palu Ekspres dari PGRI Sulteng, jumlah guru honorer di seluruh wilayah Sulteng kurang lebih 10.000 orang. Mereka digaji pada kisaran 100 hingga 400 ribu perbulan. Meskipun penerimaannya selalu dalam tiga bulan sekali.

(MS/Palu Ekspres)

Komentar ditutup