Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Kontraktor Keluhkan Kinerja BNI Tolitoli

151

PALU EKSPRES, TOLITOLI – Sejumlah kontraktor di Tolitoli meminta kepada Managemen Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Tolitoli memberikan pelayanan sepenuh hati kepada masyarakat.

Mereka mengeluh atas pelayanan petugas bank BNI Tolitoli yang dianggap menyepelekan dan kurang serius dalam melakukan proses transaksi kliring pencairan SP2D ( Surat Perintah Pencairan Dana) atas selesainya pekerjaan.

“Sejak kemarin saya memasukan berkas SP2D, tapi sampai sekarang belum juga selesai mereka lakukan proses kliring. Yang mereka tidak ketahui, kita punya beban utang yang harus segera diselesaikan. Jika prosesnya lamban seperti ini, kita dikejar orang,” kata Direktur CV Gowa Raya Mohamad Saleh kepada media ini Kamis (23/11).

Saleh menjelaskan secara kebetulan rekening milik perusahaan yang digunakan dalam melaksanakan pekerjaannya, bukan rekening BNI. Sementara BNI merupakan bank yang ditunjuk Pemkab Tolitoli sebagai bank pemegang kas daerah, sehingga dalam proses pencairan SP2D di bank tersebut harus melalukan kliring ke rekening bank perusahaan.

“Cuma sekedar menduga, lambannya pelayanan bank ini, dikarenakan rekening bank perusahaan kami ini, bukan BNI. Seandainya ini yang menjadi penyebab, seharunya pihak BNI harus profesional dalam memberikan pelayanan,” keluh Saleh.

Saleh juga mengungkapkan, bukan hanya berkas SP2D-nya yang lamban diproses oleh petugas BNI Tolitoli, namun puluhan berkas perusahaan lain juga mengalami hal yang sama.

“Tadi di sana ( kantor BNI red) saya liat tumpukan berkas dibiarkan. Karena dapat jawaban tidak pasti, saya dan puluhan teman lain lebih memilih pulang sambil menunggu kabar berkas diproses,” katanya.

Belum didapatkan keterangan dari Pimpinan Bank tersebut, sebab saat coba dikonfirmasi yang bersangkutan sedang berada di luar kantor. Namun diperoleh keterangan dari salah seorang staf kantor, bahwa BNI Tolitoli dalam melakukan proses kliring seperti yang dikeluhakan tersebut tidak memakan waktu lama.

“Proses kliring seperti ini tidak memakan waktu lama, apalagi dibilang sampai dua hari, keliru itu. Biasanya kalau terjadi pelayanan lamban seperti yang dimaksud, dikarekanan jaringan internet serta sistim atau prosedur yang cukup kompleks pada bank tujuan,” jelas salah seorang staf BNI Tolitoli yang minta namanya tidak disebutkan.

Pihaknya juga menambahkan, kadang yang tidak dipahami oleh kontraktor dalam melakukan proses kliring, adalah sistim yang berlaku pada masing-masing bank.

“Pelayanan di sini cukup cepat. Yang membuat lama proses kliring, kadang ada bank tujuan yang punya sisitim cukup ribet, karena harus melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan pusat dan sebagainya, dan inilah yang memakan waktu,” jelasnya.

(Mg6/Palu Ekspres)

Komentar ditutup