Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Angka Kemiskinan Kota Palu Bergerak Turun

196

PALU EKSPRES, PALU – Meski lambat, angka penduduk miskin di Kota Palu terus bergerak menurun. Hingga tahun 2016 persentase angka kemiskinan sudah mencapai 7,06persen.

Tahun 2015 silam angka itu masih berada pada 7.42persen atau berkisar 70ribu jiwa dari total jumlah penduduk sekitar 360ribu lebih. ‎

Data ini mengemuka dalam rapat koordinasi program penanggulangan kemiskinan Kota Palu tahun 2017, Kamis 24 November 2017 di Aula Kantor Camat Palu Selatan.

‎Kepala Bidang Data dan Informasi Bappeda Palu, Ibnu Mundzir menjelaskan, trend penurunan angka kemiskinan di Kota Palu sejak 2010 cenderung menurun meski pergerakannya lambat. Trendnya berada dibawah rata-rata nasional dan provinsi.

“Kemiskinan relatif totalnya berkisar 70ribu lebih. Akan tetapi terbagi empat kategori. Yang paling miskin atau miskin kronis itu sekitar 28ribu lebih,”jelasnya.‎

Angka itu menurutnya bisa terus digenjot lebih rendah dengan memaksimalkan semua program penanggulangan. Pemerintah dan sektor terkait lainnya perlu lebih menguatkan kelembagaan dengan meningkatkan koordinasi.‎

“Salahsatunya seperti Rakor yang kita gelar ini,”sebutnya.

Selain itu dengan menguatkan substansi kebijakan. Mulai dari intervensi anggaran dan inventarisir kendala dalam melaksanakan program.

Upaya penanggulangan kemiskinan hemat Ibnu Mundzir juga perlu dilakukan dengan dua pendekatan yakni fokus intervensi pada sasaran penduduk miskin.

“Tepat sasaran dan tidak boleh berganti-ganti,”jelasnya.

Serta melaksanakannya denag mekanisme program dan kualitas yang tepat. ‎

Kabid Data dan Informasi Bappeda Kota Palu, Ibnu Mundzir memaparkan data dan program penanggulangan kemiskinan, Kamis 24 November 2017 di Aula Kantor Camat Palu Selatan. FOTO HAMDI ANWAR/PE

“Stratgeinya menurut saya, sesudah sasarannya tepat caranya harus tepat pula,”jelas Ibnu. ‎

Penurunan angka kemiskinan di Kota Palu ini menurutnya bergerak dalam dua rezim kepemimpinan berbeda namun strateginya tetap sama. ‎

“Kalau dulu menurunkan beban pengeluaran melalui padat karya.
Sekarang meningkatkan pendapatan melalui program kelurahan inovasi unggul,”terangnya.

Hanya saja sebut Ibnu, alokasi belanja langsung penanggulangan kemiskinan dalam APBD Kota Palu kedepan mungkin perlu ditambah. Sejauh ini alokasinya memang masih terbilang kecil, hanya sekitar 0,26persen.

“Setelah kami rinci diseluruh dinas, totalnya hanya 0,26persen. Misalnya bantuan langsung bahan rumah, pelatihan-pelatihan dan pembangunan jaringan air bersih,”pungkasnya.

Rakor itu dibuka Kepala Bappeda Palu Palu. Rakor dihadiri seluruh pejabat Camat dan Lurah serta pihak swasta lainnya.

(mdi/Palu Ekspres)

Komentar ditutup