Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Polisi akan Periksa Setya Novanto Terkait Tabrakan di Rutan KPK

3

PALU EKSPRES, JAKARTA– Polisi berencana memeriksa tersangka dugaan korupsi e-KTP Setya Novanto, terkait kecelakaan yang menimpanya pada Kamis (16/11) di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan.

Saat ini Novanto telah menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait perbuatannya, karena diduga ikut merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun dari total proyek e-KTP sebesar Rp 5,9 triliun. Untuk memeriksa Novanto, polisi pun akan mendatangi Ketua DPR tersebut ke kantor KPK.

“Terkait kronologi kejadian, itu nanti akan ditanyakan oleh penyidik,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Halim Pagarra, Kamis (23/11).

Pemeriksaan kata Halim, akan dilakukan di kantor KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan sekitar pukul 15.00 WIB. Nantinya, terkait ruang pemeriksaan akan difasilitasi oleh pihak KPK.

Dalam pemeriksaan nanti, Halim menyebut, polisi akan menanyakan sejumlah pertanyaan lain kepada Novanto, salah satunya mengenai kaca mobil sebelah kiri yang pecah.

“Itu juga akan kita tanyakan ke Setya Novanto, kenapa pecah, apakah terkena benturan kepalanya atau bagaimana,” ungkap Halim.

Selain itu, polisi juga akan menanyakan terkait kondisi mobil yang dikemudikan Hilman Mattauch, mantan jurnalis Metro TV, yang menyopiri Novanto saat kecelakaan terjadi.

“Seputar lakanya (kecelakaannya), kenapa terjadi demikian, kemudian apa aktivitas dia didalam mobil itu. Apakah benar dia melakukan pembicaraan dengan pengemudi di depan,” ujar Halim.

Lebih lanjut, terkait perlengkapan keamanan mobil juga akan ditanyakan kepada Novanto, yakni apakah menggunakan sabuk pengamaan atau tidak, sehingga Novanto bisa mengalami luka terparah pada saat kejadian.

“Jadi kita ini melakukan penyidikan berdasarkan ilmiah,” pungkas Halim.

Untuk diketahui, Sebelumnya Setya Novanto mengalami kecelakaan tunggal. Akibat insiden tersebut, Novanto dikabarkan langsung tak sadarkan diri, sehingga langsung dilarikan ke Rumah Sakit Medika Permata Hijau. Tak lama kemudian ia dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kencana pada Jumat, (17/11).

Terkait kasus laka lantas, Penyidik telah menetapkan tersangka terhadap pengemudi mobil Toyota Fortuner B 1732 ZLO Hilman Mattauch. Dia dijerat Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Darat. Adapun pasal yang disangkakan yakni Pasal 283. Pasal ini tentang melakukan kegiatan lain saat mengemudi dan Pasal 310 tentang kelalaian yang menyebabkan orang terluka atau meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas.

(cr5/JPC)

Komentar ditutup