Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Tanpa Didemo pun, Adidjoyo Yauda Bakal Berhenti Tahun Depan

158

PALU EKSPRES, PALU – Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Politik (Stisipol) Panca Bakti (PB) Palu, Adidjoyo Dauda merasa perlu menjelaskan ke publik masalah yang menimpa lembaga pendidikan yang dipimpinnya.

Penjelasan itu dianggap perlu untuk memberikan kepastian kepada publik dan stakeholder bahwa, Stisipol Panca Bakti Palu, sebagai salah satu lembaga pendidikan di Sulawesi Tengah, berjalan sesuai tata kelola pendidikan yang profesional dengan tetap berpedoman pada statuta kampus.

Merespons tuntutan mahasiswa yang menggelar demo beberapa waktu lalu, pihaknya langsung mengelar dialog dengan pihak yayasan. Hasilnya, beberapa masukan dari mahasiswa akan ditindaklanjuti dengan tetap mengacu pada statuta Perguruan Tinggi.

Misalnya, ungkap Adijoyo soal tuntutan penggantian ketua dan perangkatnya. Masalah ini bahkan telah dibahas, jauh sebelum mahasiswa menyampaikan aspirasinya. ”Tanpa didemo pun hal ini akan dilakukan, karena periode jabatan akan selesai November 2018,” katanya.

Berita Terkait: Empat PNS STISIP PB Palu Ditolak Mahasiswa

Ia bisa memahami tuntutan mahasiswa itu, sebagai bagian dari aspirasi dan kemerdekaan berpendapat yang dijamin undang-undang. Namun ia meminta, mahasiswa juga memahami aturan main sebagaimana statuta kampus. Misalnya, soal tuntutan harus meletakkan jabatan.
”Statuta kampus tidak memberikan peluang seperti itu. Meletakkan jabatan yang dimaksud dalam statuta adalah mengakhiri jabatan sesuai periode dan itu akan berakhir November 2018 mendatang,” katanya.

Ia meminta mahasiswa memahami aturan main ini. Mahasiswa harus memastikan aspirasi yang disampaikan sejalan dengan regulasi. Apa lagi hasil pertemuan dengan pihak yayasan, salah satu yang disepakati adalah mempersiapkan pemilihan ketua dan perangkatnya pada saatnya nanti.

(kia/Palu Ekspres)

Komentar ditutup

%d blogger menyukai ini: