Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Kapolri Janji Tumpas Santoso Cs

11

 9 Januari 2016 Jadi Tenggat Waktu
POSO, PE — Kapolri Jenderal Polisi Badrdodin Haiti berjanji akan menuntaskan buronan Santoso dan sel-selnya pada 9 Januari 2016.  Jaringan Muhajidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso alias Abu Wardah menjadi buronan nomor wahid, sejak beberapa tahun terakhir ini. Kepada wartawan di Poso, mantan Kapolda Sulteng ini menegaskan 9 Januari sebagai tenggat waktu yang ditentukan oleh Polri dengan dukungan penuh TNI, tidak main-main. Telah melalui perhitungan matang dengan mempertimbangkan pergerakan Santoso dan jaringannya. Diyakini, Santoso Cs masih berada di wilayah hukum Sulawesi Tengah.

Dalam keterangan persnya  Jendral Badrodin, mengatakan jika kedatangannya ke Poso dalam rangka untuk meninjau langsung pelaksanaan operasi Camar Maleo. Menurutnya, selain meninjau pihaknya yang didampingi langsung oleh panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantio, Pangdam VII Wirabuana, Kapolda Sulteng, Mayjen Idham Hazim, dan rombongan tersebut sekaligus melakukan evaluasi terhadap operasi Camar Maleo Empat  sejak 28 Oktober 2015 hingga 9 Januari 2016 mendatang.

‘’Iya,kedatangan kita di Poso ini bersama panglima TNI adalah untuk meninjau langsung kegiatan operasi Camar Maleo Empat dan sekaligus melakukan evaluasi,’’ujar Kapolri.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantio  yang  saat dikonfirmasi terkait berapa jumlah personil TNI yang dilibatkan dalam Operasi pengejaran kelompok teroris pimpinan Santoso dengan sandi Camar Maleo Empat tersebut tidak bersedia menjawab. Menurutnya kedatangan ke Poso bersama Kapolri  hanya untuk melakukan kordinasi dan meninjau situasi pelaksanaan operasi tersebut ,‘’Minta maaf,saya tidak bisa berkomentar nanti pak Kapolri yang menjelaskan semua kepada teman-teman terkait kedatangan kami di Poso ,ya,’’ ujar Panglima sambil meninggalkan Mapolres.

Dalam kunjungan selama dua hari di Poso tersebut, Selasa 17 hingga Rabu 18 November  2015  bersama rombongan akan turun langsung memantau kondisi dilapangan. Pihaknya ingin memastikan bagaimana kondisi dilapangan khususnya lokasi yang selama ini menjadi area pelaksanaan Camar Maleo  empat  seperti wilayah Kecamatan Poso Pesisisir bersaudara dan sekitarnya yang selama ini diduga sebagai tempat persembunyian kelompok Santoso.‘’Jadi kita akan memantau dan melihat langsung  kesiapan para personil TNI-Polri yang ada dilapangan seperti kesiapan pos-pos pengamanan,logistic ataupun  sarana pendukung operasi lainnya,’’jelasnya.

Terkait pasukan yang dikerahkan dalam oprasi camar maleo empat itu, Kapolri menjelaskan secara singkat, adanya TNI dan Polri.”Ada TNI yang membantu kita,” singkatnya. Ditanya kemajuan oprasi camar maleo dan kemungkinan masih berdiam diri pelaku santoso (cs). Dirinya mengakui telah ada kemajuan oprasi camar dan juga meyakini masih berdiam santoso di gunung biru.”Ada kemajuan sedikir, iya masih ada santoso di sana,” ujarnya.(mg-03)

Komentar ditutup