Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Terduga Pelaku Pembunuh Rina Dikenal Tempramen

184

PALU EKSPRES, PARIGI – Keberadaan Jufri alias Adi (30) terduga pembunuh Rina masih mesterius. Warga yang sempat melihat dirinya melintas di sungai Toboli, tak berhasil menangkapnya karena kehilangan jejak.

Di lingkungannya, Adi dikenal berkeprbadian sebagai mana warga muda lainnya. Tak ada petunjuk yang mengarah kalau dia bisa melakukan tindakan sesadis apa yang dilakukannya terhadap almarhim adik iparnya, Rina (17).

“Tidak ada tanda-tanda kalau dia itu bisa sesadis itu. Orangnya biasa saja, seperti kita-kita. Suka berbaur dan bergaul dengan pemuda-pemuda di sini,” ungkap Taufan, kerabat korban, Minggu (19/11).

Memang diakui Taufan, Adi sering berselisih paham dengan sejumlah warga. Pernah berkelahi tapi tidak sampai melukai.

“Biasalah, salah bicara. Itu biasa yang jadi penyebabnya. Memang kelihatannya orangnya tempramen. Cekcok dengan isterinya juga sering. Tapi tidak sampai ada aksi kekerasan,” kata Taufan.

Menurutnya, pada hari hilangnya Rina, pelaku pamit kepada isterinya, mau ikut bosnya kerja di Kalimantan. Itulah yang menjadi alasan dia turun dari rumah. Sebelumnya ditulis Adi keluar rumah sehari sebelum Rina hilang karena alasan cekcok dengan bapak mertuanya soal tanah. Menurut Taufan, masalah itu sudah sejak lama. Informasi yang diterima wartawan Palu Ekspres dari mertua korban, pelaku suka mengamuk karena ingin menjual tanah milik keluarga.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Desa Toboli Kecamatan Parigi Utara seketika heboh lantara mendapat laporan dari salah satu warga yang mengaku melihat terduga pelaku pembunuh Rina (17), siswi SMA 1 Toboli.

Adi, yang merupakan kakak ipar korban diduga menjadi pelaku pembunuhan sadis tersebut. Oleh salah seorang warga, Adi menampakkan diri sedanag melintas di sungai Toboli, tak jauh dari perbatasan Tolo-Avulua pada Minggu siang (19/11) sekira pukul 14.00 wita.

Mendapatkan laporan tersebut, warga yang sedang bekerja bakti di masjid yang tak jauh dari rumah duka, langsung berhamburan menuju sungai bersama anggota polisi Subsektor Parigi Utara.

Mereka langsung menuju lokasi dan mengepung sebuah ponduk, yang beradi di areal kebun warga. Sayangnya, para warga tak berhasil menemukan korban. Mereka yang umumnya dipersenjatai dengan senjata tajam akirnya memutuskan untuk kembali ke rumah duka dan berembuk.

“Rencananya besok akan dilakukan lagi pencarian, kata Aswadin, wartawan Palu Ekspres yang juga ikut dalam pengejaran pelaku.

Seperti diberitakan sebelumnya, Rina ditemukan tewas mengenaskan di sebuah areal kebun tak jauh dari sekolahnya Sabtu siang (18/11), setelah dilakukan pencarian selama empat hari.

Saat ditemukan, tubuh korban penuh luka sayat dan gorokan di bagian leher. Polisi langsung mengevakuasi korban menuju rumah duka di Jalan Trans Sulawesi Desa Toboli. Tak lama berselang setelah dilakukan otopsi, jenazah korban langsung dikebumikan.

(MS/mg3/Palu Ekspres)

Komentar ditutup