Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Banggar Akhirnya Setujui RAPBD Kota Palu 2018

157

PALU EKSPRES, PALU -Meski berlangsung alot dan waktu yang panjang, Badan Anggaran (Banggar) DPRD Palu akhirnya menyetujui Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Palu tahun 2018.

Banggar dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemkot Palu atas RAPBD yang disodorkan baru mencapai kata mufakat pada pukul 24.00Wita, Rabu malam 15 November 2017. Dari jadwal rapat yang dimulai pukul 10.00wita Rabu pagi.

Sebelumnya rapat Banggar sempat beberapa kali ditunda lantaran angka-angka dalam RAPBD yang terus mengalami perubahan.

Ketua DPRD Palu sekaligus ketua Banggar, Ishak Cae menjelaskan pihaknya menyetujui RAPBD setelah melalui perdebatan panjang dan alot supaya visi kedua bela pihak bisa disamakan. Baik usulan Pemkot maupun usulan aspirasi hasil reses anggota DPRD.

Beberapa usulan penyebab alotnya pembahasan diantaranya, pertama soal usulan anggaran pembangunan Kantor Pariwisata Palu senilai Rp7miliar dari dinas pekerjaan umum (PU).

Mitra dinas PU yaitu Komisi C jelas Ishak awalnya menolak usulan itu. Karena dianggap sedang bersengketa dengan ahli waris yang berujung gugatan pengadilan.

Namun menurutnya, belakangan diketahui bahwa lahan dinas pariwisata tidak termasuk dalam objek sengketa. Demikian putusan pengadilan yang memenangkan para tergugat termasuk Pemkot Palu.

“Awalnya ini ditolak karena pertimbangan diatas. Setelah masalahnya clear, forum Banggar kemudian menyetujui dengan catatan pembangunan baru bisa dilakukan setelah semua urusan hukumnya selesai,”kata Ishak.

Demikian usulan pembangunan tugu nol di Jalan Hasanuddin Palu sebesar Rp3miliar. Usulan ini sempat menjadi perdebatan panjang. Namun Banggar akhirnya menerima argumentasi TPAD setelah mendapat penjelasan bahwa konsep tugu itu nantinya menjadi simbol kebudayaan Kota Palu.

“Karena memang semua tugu yang ada sekarang tidak satupun memiliki simbol adat dan budaya. Sementara ini bagian dari visi misi pemkot,”ujarnya.

Selanjutnya usulan pembangunan median jalan senilai Rp6miliar. Banggar menurutnya sempat mengurangi usulan menjadi Rp4miliar agar sisanya bisa dialihkan ketempat lain. Akan tetapi TAPD menyebut median sudah dihitung secara teknis. Bahwa dana yang dibutuhkan sekitar Rp6m agar median tuntas.

“Agar pembangunannya tidak setengah-setengah dan harus tuntas. Karenanya anggaran disetujui Rp6miliar,”jelasnya.

(mdi/Palu Ekspres)

Komentar ditutup