oleh

Ide dan Obsesi Cudi Tak Teralisasi Jika Bertahan di Golkar

-Palu-1.518 views

PALUEKSPRES,PALU – Kabar kepindahan Politisi Senior Partai Golkar Rusdi Mastura ke partai lain, mungkin saja terjadi karena masih besarnya keinginan Cudi untuk eksis di dunia politik yang membesarkannya.  Di partai baru nanti, dipastikan mantan walikota Palu dua periode ini mendapat panggung  untuk  merealisasikan ide dan obsesinya.

Staf Pengajar Fisip Universitas Tadulako, Dr H Irwan Waris, M.Si mengatakan sosok Rusdi Mastura yang dikenalnya adalah seorang tokoh mempunyai ide melampaui apa yang dipikirkan koleganya di partai. Ia menduga, kepindahan itu disebabkan di tempat barunya kelak, ia masih mempunyai panggung untuk merealisasikan ide dan obsesinya. Jika memilih bertahan di Golkar kemungkinan tidak terealisasi. “Ini dugaan saya. Sebab alasan spesifik soal kepindahan itu hanya Bung Cudi dan Tuhan yang tahu,”katanya ketika ditanya penyebab hengkangnya Rusdi Mastura dari Partai Golkar Rabu (15/11/2017).

Selain itu bapak dua putra ini menduga, pindahnya tokoh senior ini, mengindikasikan ada persoalan besar di partai beringin itu. Apa lagi pascakepemimpinan Aminuddin Ponulele, kesolidan beringin rimbun ini sepertinya sedang diuji. Ini terlihat dari sejumlah prahara politik yang terjadi. Misalnya, dipecatnya Iqbal Maqqa dari Ketua DPRD Kota Palu.  Lalu, ada indikator lain yang mengindikasikan ada persoalan serius di tubuh partai itu. Yang terakhir ini adalah wacana kepindahan Rusdi Mastura memberikan pelajaran bahwa problem serius di tubuh partai yang harus dicarikan jalan keluarnya.

Kepindahan Cudi menimbulkan spekulasi kondisi Golkar Sulteng ke depan. Apa dampak terburuk jika dia benar-benar hengkang ? Dr H Irwan Waris, mengatakan ini jelas kerugian bagi besar bagi Golkar Sulteng. Namun, jadi keuntungan besar pula bagi partai yang menampungnya kelak.

Menurut Irwan, dampaknya akan tergerusnya suara Golkar pada pemilu legislatif 2019 mendatang. Cudi kata dia, adalah tokoh populer.  “Sedikit atau banyak, pengaruh itu akan ada. Ini harus diwaspadai para tokoh tokoh Golkar,”ujarnya mengingatkan.

Saran untuk Partai Golkar, menurut Irwan Waris, kepergian Cudi tak perlu membuat kader kader muda galau dan patah hati. Karena itu ia menyarankan perkuat konsolidasi di semua level,  provinsi, kota, maupun kelurahan. Pengurus dan kader dan simpatisan di akar rumput harus diberi nutrisi berupa kepercayaan diri yang tinggi sehingga agenda partai terus berjalan.

Selain itu, para anggota dewan dari Partai Golkar harus benar-benar memahami dan mampu mengartikulasi kebutuhan rakyat lalu menerjemahkannya dalam tindakan nyata. Dengan demikian ia yakin, massa di tingkat akar rumput tidak akan terganggu ketika seorang tokoh panutan pindah partai.

“Itu saran saya, kuatkan kepercayaan diri kader dan tumbuhkan kesolidan bersama rakyat,”sarannya.

(kia/Palu Ekspres)

 

News Feed