Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Bersih-bersih Koruptor ala Pangeran Arab Saudi Mirip Strategi Hirler

293

PALU EKSPRES, RIYAD – Revolusi 4 November. Kalimat itu tengah viral dipakai sebagai tagar di jejaring media sosial Arab Saudi. Entah dalam bahasa Arab maupun Inggris.

Tagar itu menjadi bentuk dukungan mayoritas kalangan bawah terhadap operasi bersih-bersih putra mahkota Pangeran Muhammad bin Salman.

Penduduk Saudi yang tidak berada dalam garis keturunan kerajaan memang sudah begitu muak dengan korupsi yang menggerogoti negara mereka.

Karena itu, begitu Pengeran MBS –sapaan akrab sang putra mahkota– menangkapi keluarga kerajaan, para menteri, dan pebisnis yang dianggap nakal, dukungan publik langsung didapatnya.

Sejauh ini sudah lebih dari 200 orang ditangkap atas tuduhan korupsi senilai USD 100 miliar (Rp 1,3 kuadriliun). Jika semua uang korupsi itu bisa diambil kembali, Saudi bisa menutup seluruh utang nasional mereka.

Tapi, benarkah yang dilakukan MBS murni untuk bersih-bersih koruptor? Banyak analis yang menilai dia sejatinya bersih-bersih orang yang berpotensi menghalangi kekuasaan. Karena itu, yang ditangkapi pun terkesan tebang pilih.

”Saat ini saya hanya akan mengatakan bahwa Muhammad bin Salman bertindak seperti Putin. Dia menerapkan keadilan yang selektif,” tulis jurnalis senior Arab Saudi Jamal Ahmad Khashoggi di Washington Post.

Beberapa pihak bahkan menilai operasi penangkapan yang dilancarkan sang putra mahkota serupa dengan the night of the long knives alias operasi Hummingbird yang dilakukan Adolf Hitler pada Juni 1934.

Hitler saat itu membunuh dan menangkapi orang-orang yang dinilai bakal menggoyang kekuasaannya. Komandan pasukan paramiliter Nazi Sturmabteilung (SA) Ernst Rohm termasuk yang menjadi korban. Padahal, dia adalah kawan lama Hitler.

Komentar ditutup

%d blogger menyukai ini: