Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Sudah Normal, Tanker Suplai Pertalite Alami Keterlambatan

135

PALU EKSPRES, PALU – Sekira pukul 12.00 WITA, SPBU sudah terlihat melayani pengisian BBM jenis pertalite. Sales Executive Retail Pertamina Palu, Fandy Ivan Nugroho dikonfirmasi, membenarkan terjadi keterlambatan penyaluran BBM. Menurutnya itu terjadi lantaran terjadi keterlambatan kapan tanker penyupplay BBM tepatnya pada 8 November 2017. ‎

“Kemarin terjadi keterlambatan tanker tanggal 8 November 2017.Kapal tanker baru sandar di TBBM Donggala pukul 08.00 pagi, dan bertepatan dengan ditutupnya jalan karena TDCC, sehingga terjadi keterlambatan supply ke SPBU,”tulis Fandy melalai sambungan WhatsApp, Kamis 7 November 2017.

Karenanya, penyaluran baru bisa normal kembali pada Kamis 9 November 2017. ‎

“Kamis penyaluran sudah berlangsung normal. Dan akan dipenuhi permintaan SPBU sampai normal. Kami penuhi seluruh permintaan SPBU yang sempat tertunda karena terlambatnya kapal,”jelasnya. ‎

TBBM Donggala menurutnya menyalurkan BBM Pertalite-Premium-Pertamax sejak pagi pukul 06.00 WITA hingga malam ini.

“Dan dalam 2 hari kedepan akan ada kapal tanker membawa Premium 2.100 KL. Solar 2.400 KL dan Pertamax 2.000 KL,”jelasnya lagi.

Pihaknya tambah Fandy, sesuai memonitoring, pada Kamis siang, penyaluran BBM untuk semua produk Premium-Pertalite-Pertamax sudah berjalan lancar. Ini untuk membuilt-up stock di SPBU.

“Termasuk SPBU yang berada di Kab. Parigi, karena di supply dari TBBM Donggala juga,”pungkasnyaSejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Palu kehabisan stok bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite. Kondisi ini sudah terlihat sejak tiga hari belakangan.

Pantauan Palu Ekspres Kamis pagi 9 November 2017, kekosongan stok pertalite masih terlihat di SPBU Jalan M Yamin Palu, SPBU Jalan Kartini, SPBU Jalan Touwa dan SPBU Jalan Yos Sudarso.

Di SPBU Jalan M Yamin, pengendara yang hendak membeli pertalite banyak yang terpaksa membeli BBM jenis Pertamax Turbo yang dibandrol dengan harga Rp10.550 perliter.‎

Seorang petugas operator yang dikonfirmasi di SPBU M Yamin menyebut tidak tahu pasti kapan penyaluran pertalite dilakukan. Petugas bahkan langsung mengarahkan pengendara untuk sementara mengisi BBM jenis pertamax.

Pengendara juga terlihat beralih ke Pertamax di SPBU Jalan Kartini Palu, Kamis pagi pukul 09.30wita. Demikian halnya dengan SPBU Jalan Yos Sudarso.Namun SPBU ini pengendara terpaksa beralih mengisi BBM jenis pertmax turbo dan Pertamax jenis 92 dengan harga Rp8.650 per liter.

Meski sejumlah SPBU kekosongan stok, pertalite justru terlihat banyak dijual ditingkat pengecer. Per satu botol, harga pertalite ditingkat pengecer bervariasi. Ada pengecer yang menjualnya per botol Rp9.000 adapula Rp10.000.‎

SPBU yang kehabisan pertalite, umumnya memasang plang pengumuman bertuliskan’ mohon maaf sedang menunggu penyaluran dari Depot Pertamina.

Stok Pertalite hanya terlihat di SPBU Jalan Sisingamangaraja dan SPBU Jalan Maluku. Akibatnya, pengendara terlihat mangantri di dua SPBU ini. Sayangnya, dalam situasi demikian petugas operator di dua SPBU ini terlihat melayani pengisian jarigen yang menyebabkan tumpukan antrian pengendara.

(mdi/Palu Ekspres)

Komentar ditutup

%d blogger menyukai ini: