Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Harun Husein: Media Harus Menangkan Rakyat

89

PEMAPARAN: Wartawan senior, Harun Husein sebagai pembicara dalam seminar peran media dalam pengawasan Pilkada serentak 2015, Kamis 5 November 2015.

PALU,PE-Siapakah yang harus dimenangkan dalam pemilu ataupun pilkada? Begitu kalimat pembuka yang dilontarkan Jurnalis senior, Harun Husein ketika membawa materi peran media dalam pengawasan Pilkada serentak 2015, Kamis 5 November 2015.

Jawabannya bukan kandidat, bukan partai politik dan bukan siapapun tegasnya. Yang harus dimenangkan kata wartawan senior pada koran Republika serta penulis buku tentang Pemilu ini, adalah rakyat. Rakyat menjadi objek dari tujuan penyelenggaraan pesta demokrasi. Pilkada adalah wujud pelaksanaan tertinggi demokrasi bangsa untuk memilih kepala daerah. Baik itu gubernur ataupun bupati dan walikota. Pemimpin yang dipilih dalam bilik suara menentukan nasib suatu bangsa atau rakyat suatu daerah untuk lima tahun ke depan.

‘‘Apapun dan siapapun yang terpilih atau menang, tanggungjawab media adalah memenangkan rakyat. Karena sejatinya, pesta demokrasi itu pesta rakyat. Untuk memilih pemimpin yang bisa memberi kesejahteraan bagi rakyat,“ tandasnya dalam kegiatan yang digelar Bawaslu Sulteng.
Lantas bagaimana peran media untuk bisa memenangkan kepentingan rakyat dalam kontestasi Pilkada? Media berperan penting untuk melahirkan seorang calon pemimpin yang benar-benar dikehendaki rakyat.

Untuk mewujudkan itu, kata Harun, media harus bertindak sebagai penyambung lidah rakyat. Kesalahan yang dilakukan media dalam setiap perhelatan pesta demokrasi adalah mengabaikan rakyat sebagai objek dari pesta demokrasi tersebut. Dalam pemberitaan media lebih cenderung menjadi corong dari salah satu pasangan calon ketimbang menjadi pejuang bagi rakyat.

‘‘Ini terjadi di hampir seluruh media di dunia. Media tidak menyadari bahwa yang berkepentingan dalam Pilkada adalah rakyat, ‘’ tekannya. Media harusnya dalam pemberitaan Pilkada berani menyajikan kelemahan dan kelebihan seorang kandidat secara berimbang. Ini penting kata dia. Pemberitaan yang terbuka tentang track record seorang kandidat akan menjadi pendidikan politik bagi rakyat untuk menentukan calon pemimpinnya.

‘’Jangan menulis yang baik melulu saja tentang seorang kandidat. Media juga harus memaparkan sisi buruk atau kelemahan dari kandidat. Dalam teknis pemberitaan bisa disajikan dalam bentuk matriks dari masing-masing kandidat,“ paparnya. Di sinilah kata dia media berperan sebagai watch dog. Sebagai bagian dari pengawas partisipatif pilkada, media bertanggungjawab pada rakyat sebagai majikan dari pemberitaannya. (mrs)

Komentar ditutup