Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Anak SD Ini Tak Tahu Dirinya Diculik, Tapi Sudah….

80

PALU EKSPRES, PALU – Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Palu Barat berhasil menangkap DK (44 tahun), pelaku pelaku kasus penculikan anak SW (11 tahun), di sebuah kafe di sekitar pantai taman ria Palu Barat, Senin 28 Agustus 2017. Korban merupakan murid kelas 6 salah satu SD di Kelurahan Boyaoge, Kecamatan Palu Barat.

Kapolres Palu, AKBP Christ R Pusung menceritakan, pada hari Senin 28 Agustus 2017 pelaku menjemput korban saat pulang dari sekolah, kemudian pelaku membawa korban jalan-jalan di sekitar pantai taman ria. Kemudian, pelaku yang sudah menyiapkan surat tebusan, lalu mengirim surat tersebut kepada orang tua korban.

Dalam suratnya, pelaku meminta tebusan uang kepada orang tua korban sebesar Rp40 juta, yang harus diberikan dalam jangka waktu tertentu. Setelah melihat surat tersebut, keluarga korban lalu melapor ke Polsek Palu Barat.

“Tim dari Polsek Palu Barat, kemudian menindaklanjuti laporan tersebut. Setelah melalui penyelidikan, ditemukanlah pelaku bersama-sama dengan korban di sebuah kafe di taman ria. Laporannya masuk jam 10 pagi, jam 12 siang anggota sudah menemukan pelaku bersama korban,” jelas Kapolres, dalam keterangan persnya, di halaman Mapolsek Palu Barat, Rabu 30 Agustus 2017.

Karena dinilai tidak kooperatif dan melawan saat akan ditangkap, pihak kepolisian kemudian mengambil tindakan tegas dengan menembak kaki pelaku.
“Korban bisa diamankan, dalam keadaan sehat dan tidak kurang satu apapun,” ujar Kapolres lagi.

Kapolres juga menyebutkan, pelaku merupakan pekerja bangunan yang saat ini sedang bekerja di rumah orang tua korban. Karena sudah mengenal pelaku, korban pun tidak ragu bersedia untuk dijemput oleh pelaku pada jam pulang sekolah.

“Hasil pendalaman kita, ternyata pelaku mendengar bahwa ibu korban akan mengambil uang di bank senilai ratusan juta Rupiah. Pelaku yang mendengar hal tersebut, lalu berniat melakukan penculikan dan meminta tebusan,” jelas Kapolres lagi.

Dari tangan pelaku, Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, yakni sepeda motor yang digunakan pelaku membawa korban, ponsel milik pelaku, serta surat permintaan tebusan dari pelaku.

Pelaku saat ini mendekam di sel tahanan Polsek Palu Barat, dan untuk sementara, pelaku dijerat dengan UU Perlindungan Anak nomor 35 tahun 2014, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Sementara itu, korban SW yang ditemui para wartawan di sekolahnya bercerita, bahwa awalnya ia tidak mengetahui jika dirinya diculik. Hal ini disebabkan karena SW merasa sudah sangat mengenal pelaku, yang menjemputnya di sekolah.

SW mengaku baru mengetahui bahwa ia diculik, ketika petugas Kepolisian datang menangkap pelaku di seputar pantai taman ria.

“Saya dibawa makan roti sama minum jus di kafe. Saya kaget begitu dengar bunyi tembakan polisi waktu menangkap dia (pelaku-red),” kata SW dengan wajah serius.

Meskipun baru saja menjadi korban penculikan, SW memutuskan untuk tetap masuk sekolah pada keesokan harinya, yakni Selasa 29 Agustus 2017. Meskipun pihak sekolah sudah memebrikan SW waktu untuk meliburkan diri beberapa hari.

“Saya tetap masuk sekolah, karena tidak mau alpa dan ketinggalan pelajaran di kelas,” ujar SW polos.

Menanggapi kasus ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, H. Ansyar Sutiadi mengingatkan kembali, bahwa para kepala sekolah mesti meningkatkan pengawasan di sekolahnya. Selain itu, antara kepala sekolah, guru dan orang tua murid, harus dapat menjalin komunikasi yang efektif, untuk mencegah hal yang sama terulang di kemudian hari.

“Kita berharap, dengan komunikasi yang baik ini, para orang tua dapat lebih mengetahui perkembangan anak-anaknya di sekolah. Kejadian ini menjadi pelajaran berharga, agar komunikasi yang baik nantinya, dapat berjalan dengan maksimal,” kata Ansyar.
Ansyar juga mengungkapkan rasa terima kasihnya, kepada pihak kepolisian yang dengan cepat dapat menyelesaikan kasus tersebut.

‘Ini merupakan tindakan kriminal, jadi kami sangat berterima kasih kepada aparat Kepolisian, khususnya Kapolres Palu, karena dengan cepat dan tegas melakukan tindakan,” ujar Ansyar.

(abr/Palu Ekspres)

Komentar ditutup