Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Idul Adha, Gubernur Jamin Tak Ada Lonjakan Harga

87

PALU EKSPRES, PALU – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindagkop) Sulteng menggelar pasar murah di Kelurahan Petobo Kota Palu. Ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok menjelang hari raya Idul Adha 1438 hijriah tahun 2017 masehi.
Pasar murah kali ini mengambil lokasi di Jalan Karajalemba Kelurahan Petobo Kecamatan Palu Selatan Palu. Pasar murah melibatkan sejumlah pihak diantaranya Bank Indonesia, BUMN, ritel modern, pelaku UKM dan distributor.

Kegiatan pasar murah dibuka Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesra, Rusdy B Rioeh mewakili Gubernur Sulteng dan Kepala Disperindagkop Sulteng, M Arif Latjuba, Senin (21/8).

Gubernur Sulteng melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kesra Rusdi Bahtiar Rioeh menilai pasar murah tersebut tepat sasaran. Utamanya bagi umat islam yang akan menghadapi hari raya Idul Adha.

Melalui pasar murah itu kata Rusdy, masyarakat akan mendapat kemudahan dalam memenuhi kebutuhan pokok dan dengan harga yang terjangkau. Upaya demikian sekaligus dapat menekan angka inflasi.

Kedepan jelas Rusdy, kegiatan pasar murah perlu terus dievaluasi agar dapat lebih efektif dan tepat sasaran.

Dengan begitu masyarakat tidak perlu khawatir akan harga dan ketersediaan kebutuhan pokok dalam menghadapi momen-momen tertentu.

Disprindag menurutnya memiliki komitmen serius dalam menangani stabilitas dan ketersedian kebutuhan pangan masyarakt.

“karena itu saya imbau masyarakat Jangan cemas akan kekurangan stok barang kebutuhan pokok maupun karena harganya yang akan melambung tinggi jelang hari raya idul Adha 1438 Hijriyah yang akan diperingati dalam waktu dekat ini,”demikian Rusdy. Kepala Disperindag Sulteng M Arief Latjuba, Menyampaikan terimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam gelaran ini. Menurutnya ini semua bertujuan agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dan pemerintah menjaga stabilnya harga kebutuhan pokok.

Dalam kesempatan itu, Arif meminta masyarakat turut serta memantau dan melaporkan jika terjadi disparitas harga yang terlampau tinggi, utamanya untuk barang-barang subsidi.
Tabung 3 Kg yang sebenarnya ditujukan untuk masyarakat miskin, dimana sempat terjadi kelangkaan dan harga yang sangat tinggi. Ia pun mengajak kepada masyarakat yang telah tergolong mampu dapat beralih menggunakan elpiji non subsidi 5 Kg atau 12 Kg.

“Ini terus kami cari dimana yang salah. dan kami di pemerintah telah menginstruksikan agar pegawai tidak menggunakan elpiji 3 Kg. Bahkan setiap saat di sekretariat melakukan penukaran yang 3 Kg menjadi 5 Kg.

“Saya juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait agar supaya jangan terjadi lonjakan, kita akan mengevaluasi kembali di pangkalan,”pungkasnya.

(humas/mdi)

Komentar ditutup