Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Sadis Benget nih Ibu, Bayinya Dibunuh, Lalu Mayatnya Disimpan dalam Freezer

117

PALU EKSPRES, TARAKAN– Polisi hampir tak bisa mengungkap keterlibatan SL (24), tersangka penyimpan bayi dalam frezeer. Itu terjadi lantaran SL tidak mengakui bahwa bayi tersebut merupakan anak kandungnya dari hasil pernikahan sirinya dengan suaminya berinisial DH.

Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit, melalui Paur Subag Humas Polres Tarakan Ipda Deni Mardiyanto mengatakan, sejak bayi perempuan tersebut ditemukan oleh pihak kepolisian di dalam sebuah freezer, sejumlah saksi langsung dipanggil untuk dimintai keterangan. Saksi yang dipanggil, diantara adalah pekerja di usaha pencucian mobil milik SL dan DH dan seorang pekerja yang menjaga di malam hari di tempat usaha tersebut.

“Kemudian kita juga langsung panggil pemiliknya, yaitu si DH bersama istrinya yang mengelola tempat ini, yaitu SL,” ungkap Deni.

Saat dimintai keterangan oleh pihak kepolisian, SL sempat berbelit-belit dalam memberikan kesaksian kepada penyidik. Bahkan, SL sempat menuduh seorang temannya bahwa bayi yang ditemukan tersebut dititipkan temannya dengan modus menitipkan daging.

“Jadi dia menyebutkan nama seseorang dan mencari-cari fotonya di dalam HP-nya. Pelaku mengatakan, bayi tersebut awalnya dititipkan oleh temanya yang akan berangkat ke Makassar tiga bulan lalu dan mengatakan temannya itu menitipkan daging kepadanya, kemudian akan balik tiga minggu lagi,” ujar Deni.

Pihak kepolisian yang mendapatkan keterangan SL langsung melakukan kroscek ke lapangan untuk mencari orang yang dimaksud oleh SL. Setelah ditemukan sekira pukul 03.00 Wita, ternyata orang yang disebutkan oleh SL tidak begitu akrab dengan pelaku, namun mengakui dia mengenal pelaku.

“Setelah kita dapat temannya, dan temannya mengakui tidak pernah ketemu dalam waktu tiga bulan lalu, dan terakhir ketemu sudah mau 2 tahun lalu. Kemudian temannya ini mengatakan, tidak begitu akrab dengan pelaku. Selain itu nama yang disebutkan pelaku berbeda dengan nama yang sebenarnya. Meski nama berbeda tapi orangnya sama,” beber Deni.

Setelah terbelit-belit memberikan keterangan, dan sempat menunjuk seseorang yang menitipkan daging yag tak lain adalah jenasah bayi, akhirnya SL pun mengakui kepada polisi bahwa bayi tersebut merupakan anak kandungnya sendiri.

“Untung saja pelaku mengakui perbuatannya. Kalau tidak mengakui, maka kita akan lakukan tes DNA,” ungkap Deni.

Dalam memberikan keterangan, SL mengaku sempat melarang pekerjanya agar tidak membongkar barang di dalam freezer karena ada titipan daging temannya. Ini dilakukan agar aksinya tidak ketahuan.

“Semua keterangan dari pelaku pasti akan kita dalami untuk membuktikan kebenarannya. Jadi untuk mengetahui penyebab pasti bayi ini meninggal, kita akan melakukan autopsi terhadap bayi ini. Sementara masih diurus dan secepatnya akan dilakukan,” bebernya.

Dari pengakuan SL lainnya, SL membenarkan bahwa tempat pencucian mobil milik suaminya tersebut dipercayakan kepadanya untuk dikelola. Selain tempat pencucian mobil, terdapat beberapa meja beserta tempat duduk yang digunakan SL untuk menawarkan minuman ringan kepada pelanggan.

“Dia tidak menjual makanan berat, hanya minuman-minuman semacam kopi untuk para pelanggan cuci mobil duduk santai. Ada warung di sebelah, tapi beda pemilik,” tutupnya.

(zar)

Komentar ditutup