Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Reaksi Longki Ketika Partainya Dituding Berafiliasi dengan Kelompok Garis Keras

112

PALU EKSPRES, PALU – Salah seorang Ketua DPP Partai Nasdem, Victor Bungtilu Laiskodat dituntut meminta maaf secara terbuka atas pernyataannya dalam suatu acara di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), baru-baru ini. Dalam potongan video yang viral sejak Kamis, 3 Agustus 2017 malam, politisi Nasdem itu menyebut Gerindra sebagai salah satu partai yang mendukung kelompok ektrimis Islam di Indonesia.

Tak cuma Gerindra, dalam video tersebut Victor juga berturut-turut menyebut Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Amanat Nasional berada di belakang kelompok ekstrimis Islam. Dia menyebut kelompok itu akan membentuk negara khilafah.

“Kami menuntut Victor secara resmi dan terbuka meminta maaf ke Gerindra. Pernyataannya itu justru memperlihatkan bahwa Victor anti-Pancasila dan anti-kebhinekaan,” tandas Ketua DPD Partai Gerindra Sulteng, Drs. H. Longki Djanggola, Jumat (4/8).

Menurut Longki, ucapan Victor itu nyata-nyata merupakan pencemaran nama baik Gerindra, Demokrat, PKS, dan PAN. Itu berpotensi pula memicu konflik karena menyinggung isu agama.

Stivan Helmy Sandagang, Pengurus DPD Gerindra Sulteng menyebutkan ujaran kebencian dan provokasi yang dilakukan Victor mengancam keutuhan berbangsa dan bernegara.

Ia juga menyatakan dukungannya pada upaya Lembaga Advokasi Hukum DPP Partai Gerindra yang membawa kasus ini ke ranah hukum.

“Selain jeratan hukum, Viktor juga sepertinya tidak paham etika komunikasi Politik. Dia berbicara seolah-olah hanya Partainyalah yang paling benar dan paling berhak hidup di NKRI. Kalau ada yang bilang dia hanya khilaf atau silap lidah, sebagai manusia biasa saya memakluminya. Tapi yang dilakukannya ini sangat fatal. Sehingga membawanya ke hadapan hukum saya kira adalah pilihan yang sangat tepat,” demikian Stivan Helmy Sandagang.

(mdi/Palu Ekspres)

Komentar ditutup