Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Penipuan Online, dalam Setahun Keuntungan Bisa Rp600 Miliar

184

Dari pemeriksaan sekilas, sindikat itu datang ke Surabaya secara bergiliran mulai Januari hingga Februari 2017. “Kemudian, mereka langsung datang ke tiga rumah di Graha Family ini,” ucapnya.

Lamanya mereka di Surabaya juga bisa dilihat dari tempat penggerebekan. Banyak peralatan memasak dan kasur yang berderet-deret di rumah tersebut. Fungsi rumah diubah menjadi mirip bangsal dan tempat kerja begitu saja. Dari pemeriksaan sementara, mereka datang dengan visa kunjungan biasa. Ada beberapa orang yang overstay.

Dari tiga rumah yang digerebek di Surabaya, polisi menyita 5 laptop, 3 iPad mini, 1 iPad, 41 telepon, 12 wireless router, 12 network hub, 82 ponsel, dan 17 numeric keyboard. “Mereka tampaknya sangat pro¬fesional,” ucap mantan Kabidhumas Polda Metro Jaya tersebut.

Hanya, Iqbal menyatakan belum tahu soal proses selanjutnya. “Karena kami hanya bertugas mem-back up,” ucapnya. “Mabes nanti dengan kepolisian Tiongkok yang memutuskan, apakah langsung diekstradisi atau diproses dulu di sini,” tambahnya.

Terpisah, seorang petugas Bareskrim menyatakan bahwa mereka mengintai sindikat itu di Surabaya sejak tiga bulan lalu. “Memang cukup lama. Kami harus memastikan dulu apakah sudah semua sindikat berhasil kami identifikasi. Juga untuk mencocokkan hasil penyelidikan dengan tim yang mengintai di Jakarta dan Bali,” terangnya.

Petugas mengakses rumah-rumah yang diincar dengan cara bermacam-macam. Tapi, yang paling membuahkan hasil, mereka menyamar sebagai petugas TV kabel. Begitu bisa masuk, mereka bisa mengonfirmasikan bahwa memang sindikat itu yang sedang dicari. “Melihat situasi rumah yang penuh dengan wifi router, telepon, dan HP dalam jumlah banyak,” ucap dia.

(mir/han/c11/ano)

Komentar ditutup