Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Penyakit Jantung Koroner Siap Renggut Nyawa Perokok Kapan Saja

70

PALU EKSPRES, JAKARTA – Para perokok seolah tidak sadar sedang menimbun berbagai penyakit. Salah satunya Penyakit Jantung Koroner (PJK) dan kardiovaskular. Ada lima faktor risiko pemicu PJK, yaitu merokok, hipertensi, kolesterol, diabetes, dan genetik.

Terbukti dari lima faktor risiko penyakit kardiovaskular seperti Penyakit Jantung Koroner (PJK) dan stroke, merokok menjadi penyebab utama.

Data ini terlihat dari riwayat pasien PJK yang datang ke Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita.

“Pasien di sini yang dipasang ring, rata-rata punya riwayat faktor risiko nomor satu itu perokok 60 persen. Kemudian adalah hipertensi, baru yang terakhir diabetes. Merokok paling banyak menyebabkan PJK,” tegas Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, dr. Ade Meidian Ambari, SpJP, kepada JawaPos.com, Senin (24/7).

PJK merupakan penyakit katastropik. Artinya, penyakit ini merupakan penyakit berbiaya tinggi dan secara komplikasi dapat membahayakan jiwa penderitanya. Gaya hidup modern membuat angka penderita terus meningkat.

“Penyakit kardiovaskular seperti PJK dan stroke adalah penyakit dengan angka kematian paling tinggi. Biaya yang dikeluarkan pemerintah itu untuk mengobati penyakit tersebut juga tinggi,” katanya.

Biaya atau klaim rumah sakit kepada Provinsi DKI Jakarta saja untuk mengobati pasien penyakit jantung sepanjang tahun 2015 mencapai lebih dari Rp 1 triliun.

Ade membandingkan dengan negara Finlandia yang mampu menekan angka populasi berisiko tinggi. Di Finlandia, masyarakat dengan faktor risiko mengubah perilakunya dan diberi muatan kardivaskular.

Misalnya menurunkan hipertensi, mengatur kadar gula dalam darah, serta berhenti merokok. Hasilnya, Finlandia membutuhkan waktu 25 tahun untuk menurunkan secara signifikan 70 persen angka penyakit kardiovaskular.

Jumlah penderita PJK di era modern ini semakin tinggi dan bergeser ke usia muda. Karena itu, lembaga kesehatan dan berbagai rumah sakit tergerak untuk mencegah peningkatan penyakit mematikan ini.

Selain kuratif dan hanya mengobati pasien, rumah sakit juga memiliki fungsi pencegahan atau preventif.

“Akhir-akhir ini bergeser ke usia muda, di bawah 30 tahun juga makin banyak. Paling juara penyebabnya karena merokok,” tukasnya.

(ika/JPC)

Komentar ditutup