Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

”Kan Tidak Mungkin Saya Beri Nama Pantai Gazali”

117

PICU POLEMIK – Nama Anjungan Nusantara di Pantai Talise menjadi kontroversi. Anjungan Nusantara dinilai mematikan potensi lokal.

Polemik Anjungan Nusantara
PALU,PE – Kepala Dinas PU Cipta Karya Sulteng Imam Ghazali menanggapi datar sorotan terkait penetapan nama taman pantai anjungan nusantara. Pihaknya bahkan mempersilakan jika ada pihak yang ingin mengganti nama tersebut. ”Kalau mau ganti ya silakan. Kami hanya membantu pemerintah untuk menyelesaikan pekerjaan taman itu,” jawabnya ketus, Senin 19 Oktober 2015 di Kantor Gubernur Sulteng. Menurutnya, pemberian nama taman menjadi anjungan nusantara diambil karena momen penyelenggaraan hari nusantara. Soal penetapan nama itu katanya tidak perlu lagi dipermasalahkan. ”Kan tidak mungkin saya mau beri nama pantai Gazali disitu,” tuturnya.

Ditanya soal keberataan Pemkot yang tidak koordinasi tentang desain taman itu ke Pemkot Palu, Imam Gazali justru membantahnya.  ”Tidak boleh begitu dong, coba tanyakan lagi ke Kepala Bappeda langsung. Kalau perlu kita menghadap sama-sama,” sebutnya. Meski begitu katanya, jika pembangunan taman itu nantinya sudah selesai dan kemudian menjadi asset Pemkot Palu, maka pihaknya pun mempersilakan Pemkot Palu untuk mengganti nama tersebut.

”Kan sederhana saja solusinya. Kalau sudah selesai lalu kita serahkan ke Pemkot, ya silahkan diganti,” tandasnya.
Sebelumnya, Kepala Bagian Bagian Ekonomi dan Pembangunan Bappeda dan PM Kota Palu, Arwin menyebutkan, kontraktor pelaksana proyek tidak berkoordinasi dan menyampaikan laporan secara resmi tentang pembangunan taman tersebut. Begitu pun soal penetapan nama anjungan nusantara.

”Kami belum sepakat soal nama itu. Bagaimana mau sepakat kalau kita tidak pernah duduk bersama soal penetapan nama,” beber Arwin. Bukan hanya soal nama, pekerjaan taman itu pun menurutnya telah mengubah desain penataan di kawasan tersebut. Sementara Wakil Ketua DPRD Sulteng, Muharram Nurdin menilai bahwa penetapan nama anjungan nusantara tidak mengedepankan potensi lokal Kota Palu.(mdi)

Komentar ditutup