Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Wujudkan Peradaban Islam dengan Akhlak dan Multi Kompetensi

0

PALU EKSPRES, PALU – Untuk mewujudkan peradaban Islam yang maju ke depannya, umat Islam dinilai memerlukan pembentukan akhlakul karimah serta penguasaan multi kompetensi. Akhlakul karimah atau karakter positif, kata Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dr. H. Nadjamuddin Ramly, harus hadir dalam diri umat Islam baik dalam bentuk karakter moral maupun karakter kinerja.

Hal ini disampaikannya, saat menjadi Khatib salat Idulfitri 1439 H, di lapangan Islamic Center Kompleks Perumahan Dosen Universitas Tadulako (Untad), Jumat 15 Juni 2018.

“Hadirkan akhlakul karimah secara komunal dalam diri kita secara efektif tanpa simbolis, karakter moral dan karakter kinerja perlu hadir dalam diri kita,” kata Nadjamuddin.

Terkait penguasaan multi kompetensi, Nadjamuddin yang juga Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Kemendikbud RI menguraikan, setidaknya dibutuhkan kompetensi komunikasi, kompetensi kolaborasi dan kompetensi literasi kepada para generasi muda Islam, untuk membangun peradaban Islam yang maju ke depannya.

“Kita tidak bisa satu-satu untuk berkompetisi, akan kalah kita, harus berkolaborasi. Makanya banyak pimpinan universitas melakukan kolaborasi dengan pimpinan universitas luar negeri, untuk bisa kita saling serap menyerap teknologi baru, manajemen baru, dan cara memimpin yang baru. Saya kira ini perlu kita hadirkan berbagai kompetensi kepada anak-anak kita. Terakhir, adalah literasi sebagai pengembangan wawasan,” jelasnya.

Ia mengingatkan, saat ini umat Islam sedang dihadapkan pada dua tantangan, yakni dari luar dan dari dalam Islam sendiri. Tantangan dari luar disebutkannya, adanya kekuatan-kekuatan besar yang menjadikan Islam sebagai objek rampasan perang.

Selain itu, tantangan dari luar lanjutnya adalah terjadinya dekadensi akidah di mana-mana, serta dekadensi ukhuwah Islamiyah, yang menyebabkan umat Islam terpecah belah dan tercerai berai.

“Banyak di antara kita yang karena berbeda pendapat bercerai berai. Saya kira dekadensi ukhuwah Islamiyah ini terjadi di mana-mana, bagaimana di Afghanistan selama puluhan tahun saling perang saudara, sama-sama bersyahadat tetapi saling membunuh karena nafsu lebih dominan dalam dirinya daripada ajaran Islam,” ujarnya.

Untuk menghadapi tantangan tersebut agar umat Islam tidak semakin tertinggal, ia menilai umat Islam harus membekali diri dengan kesabaran, serta menghadirkan ilmu pengeahuan dan teknologi dengan landasan iman dan takwa. Hal ini kata Nadjamuddin, sesuai dengan firman Allah SWT yang termuat dalam QS. Ali Imran ayat 120.

Hal inilah tutur Nadjamuddin belum dimiliki umat Islam saat ini. Menurutnya, umat Islam masih sama-sama bekerja namun belum kolektif atau belum berjamaah. Olehnya, umat Islam harus membangun sebuah kolektivitas dengan pendidikan sosial dan lain sebagainya, yang menjadi perangkat-perangkat pemersatu Islam.

“Jauhkan prasangka, sakit hati, iri hati, serta seluruh dengki yang kita lakukan selama ini. Hadirkan kesabaran wujudkan peradaban, hadirkan iman dan takwa wujudkan legitimasi platform kehidupan diri, sebagai kompas di manapun kita berada,” tandasnya.

Pada pelaksanaan salat Idulfitri 1439 H di lapangan Islamic Center kompleks Perdos Untad tersebut, turut hadir Rektor Untad, Prof. Dr. H. Muh. Basir Cyio, para Wakil Rektor, Para Dekan serta para pejabat lainnya dan dosen di lingkungan Untad, bersama dengan unsur civitas akademika Untad lainnya serta para warga sekitar kampus Untad.

(abr/Palu Ekspres)

Leave A Reply

Your email address will not be published.