Wuih…Peserta BPJS Kesehatan Tembus 171,9 Juta Jiwa – Palu Ekspres
Nasional

Wuih…Peserta BPJS Kesehatan Tembus 171,9 Juta Jiwa

AKRAB - Asisten Pemerintahan, Hukum dan Politik Pemprov Sulteng, M Arif AW Latjuba berbincang akrab dengan Ambasador BPJS Kesehatan I Gusti Agung Rai (Ade Rai) Kamis 6 April 2017 di Mercure Hotel Palu. Foto HAMDI ANWAR/PE

PALU EKSPRES, PALU – Peserta BPJS Kesehatan kini sudah menembus angka 171,9 juta jiwa. Pihak BPJS Kesehatan bahkan menargetkan, per satu Januari 2019 seluruh masyarakat Indonesia terdaftar sebagai peserta jaminan kesehatan nasional (JKN) tersebut.

Hal itu dikemukakan Kepala Divisi Regional X BPJS Kesehatan I Made Puja Yasa dalam sarasehan BPJS bersama Pengurus Pusat Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI), Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) dan Persatuan Purnawirawan ABRI (PEPABRI), Kamis (6/4) di Mercure Hotel Palu.

Menyadari kondisi demikian,BPJS  menurut I Made Puja Yasa perlu terus mendorong upaya peningkatan kualitas pelayanan. Termasuk memperluas akses pusat pelayanan dasar hingga ke pelosok. Sebab menurutnya, pelayanan BPJS memang kerap dikeluhkan peserta. Baik itu mengenai administrasi maupun soal fasilitas kesehatan yang memadai.

Melalui sarasehan itu, Made berharap pemahaman peserta bisa bertambah. Ini berkaitan erat dengan hak dan kewajiban yang harus diketahui bersama.

“Kami akan terus perluas akses pelayanan,”kata Made. Dia menjelaskan sistem pelayanan kesehatan di era BPJS akan mengutamakan optimalisasi di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). Baik di Puskesmas, klinik pertama maupun dokter,mitra BPJS. FKTP itu nantinya akan didorong sebagai pusat pelayanan bukan hanya sekedar untuk membuat rujukan semata.

“Mekanisme pelayanan berjenjang ini diharap berjalan signifikan dan komprehensif. Kita ingin mengubah paradigma fungsi FKTP itu tidak hanya untuk pembuat rujukan saja. Melainkan menjadi tempat pelayanan utama,”jelasnya.

Untuk itu BPJS katanya akan terus berupaya melakukan sosialisasi baik langsung maupun tidak. Agar nantinya peserta yang ingin memanfaatkan haknya dapat mengikuti prosedur yang berlaku.

Dia menggambarkan, jika satu peserta melakukan operasi jantung dengan biaya Rp160juta dengan iuran rata-rata Rp51ribu, maka diperlukan iuran dari 3,373 peserta lain.

“Pemahaman ini juga penting diketahui. Sebab dari mana kita bisa membayar biaya pelayanan kesehatan peserta lainnya yang membutuhkan,”jelasnya.

Pihaknya tahun ini mencanangkan sebagai tahun fasilitas kesehatan. Untuk memperluas akses informasi, BPJS kini juga telah bekerja sama dengan Lippo Group dengan membuka layanan pendaftaran di 67 Mall milik Lippo.

Sementara itu Asisten Pemerintahan, Hukum dan Politik Pemprov Sulteng, M Arif Latjuba mewakili Gubernur Sulteng menyebutkan, pemerintah pada prinsipnya akan terus mendukung upaya BPJS dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Pemerintah menurutnya saat ini tengah mendorong agar pembangunan rumah sakit dari pihak swasta bisa berkembang di Sulteng. “Kami akan support. Sejauh ini sudah ada beberapa rumah sakit swasta yang terbangun,”jelasnya.

Dia pun berharap BPJS tetap profesional dalam memberikan pelayanan.

“Permudah urusan admintrasi. Benahi struktur dan tingkatkan profesionalisme,”harap gubernur dalam sambutan yang dibacakan Asisten.

Sarasehan itu dihadiri Brand Ambasador BPJS kesehatan I Gusti Agung Rai atau Ade Rai. Ade Rai juga memberikan materi dalam kesempatan itu. Pengurus Pusat PWRI Tjepy Firmanto, Pengurus LVRI Kolonel PNB (Purn) Abdul Aziz Muhammad dan pengurus pusat PEPABRI Laksamana Muda (Purn) Heru Srijanto turut memberikan sambutan dalam kegiatan itu.

Seluruhnya memberikan catatan agar kedepan BPJS bisa semakin profesional dalam pelayanan kesehatan bagi peserta dari kalangan pensiunan. Kagiatan itu juga dirangkai sekaligus pengukungan PWRI Sulteng unit Universitas Tadulako periode 2016-2020.

(mdi/Palu Ekspres)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!