Warga Keluhkan Pembangunan Gudang – Palu Ekspres
Palu

Warga Keluhkan Pembangunan Gudang

DIKELUHKAN WARGA – Lokasi pembangunan sebuah gudang di Kelurahan Tatura Selatan, yang dikeluhkan oleh warga setempat. IST

PALU EKSPRES, PALU – Sejumlah warga RT 002/RW 008 Kelurahan Tatura Selatan Kecamatan Palu Selatan, mengeluhkan pembangunan sebuah gudang besar, yang berada di antara pemukiman para warga. Gudang tersebut merupakan milik salah seorang pengusaha, pemilik salah satu lokasi perbelanjaan, yang terletak di Kelurahan Tatura Selatan.

Salah seorang warga, Benyamin Parubak kepada wartawan menyebutkan, pembangunan gudang besar di tengah pemukiman warga tersebut, sangat mengganggu kenyamanan warga sekitar. Belum lagi, ia menyebutkan bahwa letak gudang tersebut menyalahi aturan, karena berada di dalam Kota.

“Selama empat bulan mereka beraktifitas membangun gudang tersebut, kami di dalam rumah menjadi stres, terganggu suara bising pagi hingga sore. Setiap pagi saya keluar rumah, mata saya perih hasil dari pengeboran besi di pembangunan gudang tersebut. Itu kan besinya dibor, debunya naik lari ke arah sini (arah rumah-red) semua,” ujar Benyamin.

Ia juga bercerita, pengangkutan material baja untuk membangun gudang tersebut beberapa waktu lalu, bahkan pernah merusak fasilitas umum berupa jembatan kecil yang dibangun oleh warga sekitar.

“Nanti kita marahi baru dia perbaiki, tiga hari kita tidak bisa lewat, harus cari alternatif jalan memutar,” lanjutnya.

Benyamin juga menyampaikan, jika nantinya gudang tersebut jadi, maka tentunya aktifitas muatan gudang akan melibatkan kendaraan-kendaraan berat, sehingga membuat jalanan yang cukup sempit di sekitar pemukiman, akan mudah rusak.

Olehnya, Benyamin bersama warga setempat lainnya telah menyatakan sikap, bersama dengan Ketua RT setempat, meminta kepada pemilik tanah yang akan dibangun gudang tersebut, untuk memindahkan pembangunan gudangnya.

“Kami tidak melarang membangun gudang, terserah, tapi jangan di sini. Awalnya tidak memberitahu akan dibangun gudang, makanya kita heran kenapa tiba-tiba dibangun gudang,” ujar Benyamin lagi.

Benyamin yang merupakan seorang dosen di Universitas Tadulako mengaku, telah menyampaikan keluhannya bersama warga kepada yang bersangkutan, sebanyak dua kali namun hingga saat ini tidak diindahkan.

“Sudah disampaikan kepada pemiliknya dua kali, baik melalui lisan maupun tulisan, tetapi tidak diindahkan,” imbuhnya.

Setelah tidak diindahkannya penyampaian keluhan tersebut, dirinya bersama sekitar dua puluhan warga lainnya, telah menandatangani pernyataan sikap, dan mengambil tindakan hukum terhadap pembangunan gedung tersebut.

“Kita akan lapor di Polsek Palu Selatan, dengan melampirkan tandatangan para warga bersama Ketua RT,” tandasnya.

(abr/Palu Ekspres)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top