Warga Keluhkan Drainase Perumahan Green Garden – Palu Ekspres
Palu

Warga Keluhkan Drainase Perumahan Green Garden

Satgas K5 Kelurahan Tanamodindi mengecek langsung lokasi perumahan green Garden yang terletak di Jalan merpati II Kelurahan Tanamodindi Kecamatan Mantikulore Palu. Foto Hamdi Anwar/PE

PALU EKSPRES, PALU – Pengembang perumahan green garden Jalan merpati II Kelurahan Tanamodindi Kecamatan Mantikulore Palu diprotes warga sekitar. Pasalnya perumahan yang dibangun Home Property ID tersebut tidak memiliki saluran pembuangan air yang baik.

Pengembang memang membuat drainase di depan setiap rumah, namun tak punya saluran untuk mengalirkan air dari drainase tersebut alias buntu.

‎Munafrin, adalah salah satu warga yang memprotes hal itu. Munafrin mengaku akibat drainase buntu, buangan air green Garden kerap meluap lalu meresap menembus ke halaman rumah miliknya yang dalam posisi lebih rendah.

Rumah milik Munafrin sendiri berbatasan langsung dengan salahsatu unit green garden.

“Saya sudah memagarinya untuk menghalau air. Namun tetap meresap menembus pagar,”keluh Munafrin.

Kondisi paling parah menurutnya ketika terjadi hujan deras. Halaman miliknya seakan menjadi penampungan air dari perumahan tersebut.

Menurutnya pengemban hanya membuat dua lubang tanah seluas satu meter persegi yang difungsikan sebagai resapan air. Namun lubang resapan itu tak mampu menampung buangan air dari sekitar 20unit rumah, terlebih jika hujan deras.

“Berulang kali saya coba komunikasi ke pengembang. Tapi kelihatannya tidak punya itikad baik untuk mencari solusi,”kesalnya.

Munafrin mengaku curiga, mengapa kemudian perumahan itu bisa memiliki Izin mendirikan bangunan (IMB) jika perencanaannya tidak memuat tuntas masalah pembuangan air.Atau bisa jadi, pengembang tidak mengindahkan kajian dalam IMBnya.

“Setau saya IMB itu melalui kajian-kajian teknis,termasuk soal pembuangan air. Jika itu belum tuntas, IMBnya mungkin belum bisa diterbitkan,”ujarnya.

Warga lainnya sebut Munafrin, juga telah memprotes pengembang dengan memagari halamannya masing-masing. Itu lantaran pengembang tak pernah membangun komunikasi dengan warga disekitarnya. Khususnya untuk mencari jalan keluar permasalahan tersebut.

“Nah, saat ini semua warga yang berbatasan langsung sudah memagari halamannya. Dia (pengemban) mau buang kemana lagi air dari perumahan itu,”pungkasnya.

Pantauan Palu Ekspres, perumahan green garden terlihat lebih tinggi dari rumah-rumah warga sekitar, khususnya sebelah barat kompleks perumahan.

(Mdi/Palu Ekspres)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!