Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Wali Kota Minta Polisi Usut Proyek di PDAM Palu

0

PALU EKSPRES, PALU- Wali Kota Palu Hidayat telah meminta kepolisian untuk mengusut dan menyelidiki dugaan penyimpangan pelaksanaan proyek bantuan sosial sambungan jaringan air minum bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di perusahan daerah air minum (PDAM) Kota Palu. Itu kata Hidayat berkaitan dengan adanya dugaan bahwa penyambungan jaringan itu, oleh PDAM dilakukan tidak sesuai peruntukan, yaitu MBR.
“Saya sudah telfon Kapolres agar Tipikor memeriksa tuntas pekerjaan di PDAM. Termasuk apakah sesuai ketentuan bahwa dana bantuan sosial MBR masuk dalam penyambungan jaringan di perumahan-perumahan developer,”tegas Hidayat, Rabu 11 Juli 2018 di ruangannya. Sebab berdasarkan temuannya langsung, wali kota mengaku telah ada sebagian dana Bansos MBR yang dialihkan PDAM Palu ke perumahan-perumahan developer. “Waktu saya periksa ada setengah dana masuk dalam perumahan BTN yang dibangun developer. Harusnya untuk air bersih di perumahan itu menjadi tanggung jawab pengembang. Bukan mengambil dana Bansos MBR,”katanya.
Hidayat kemudian mengklarifikasi pernyataan Dirut PDAM Palu, Kurniawan, terkait adanya “tim sukses” yang mengatas namakan dirinya untuk meminta proyek di PDAM Palu. Demikian halnya dengan dugaan adanya kontraktor yang meminjam perusahaan untuk mengikuti proyek di PDAM Palu.
“Saya tegaskan tidak boleh ada pinjam meminjam perusahaan untuk mengikuti proyek dimanapun,”terangnya. Menurutnya, sejauh ini dirinya tak pernah memerintahkan orang, ataupun pengusaha termasuk tim sukses untuk meminta pekerjaan proyek di badan usaha milik daerah tersebut. “Saya tegaskan disini kalau ada yang bawa-bawa nama wali kota. Tolong konfirmasi ke saya. Jangan asal bicara,”katanya. Namun Hidayat menyebutkan, sebenarnya tak ada larangan bagi siapapun untuk mengikuti proyek di instansi manapun. Sepanjang itu dapat memenuhi kualifikasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Sekarang begini, kalau ada teman saya kebetulan dia kontraktor. Apakah tidak bisa dia ikut proyek. Makanya saya bilang, sepanjang itu memenuhi ketentuan, ya boleh saja dia ikut,”tandasnya.
Dirut PDAM Palu, Kurniawan, sebelumnya dalam sebuah berita situs on line mengaku adanya tim sukses wali kota yang melaksanakan proyek di instansi yang ia pimpin.
Untuk diketahui Rabu kemarin, Kurniawan diminta mengklarifikasi pernyataan itu langsung dihadapan wali kota di ruang kerja wali kota. Namun Kurniawan hanya bisa terdiam bisu, tidak mampu menjawab ketika wali kota menanyakan apakah dirinya pernah mendapat perintah langsung untuk melayani orang-orang yang mengaku suruhan wali kota.
Demikian halnya dengan pertanyaan wali kota tentang apakah dirinya pernah mengintervensi penentuan orang-orang untuk melaksanakan proyek di PDAM Palu.

(mdi/palu ekspres)

Leave A Reply

Your email address will not be published.