Wah, Pak Hidayat Memangkas Karir Pejabatnya Sendiri? – Palu Ekspres
Palu

Wah, Pak Hidayat Memangkas Karir Pejabatnya Sendiri?

PALU, PE – Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) merekomendasikan Wali Kota Palu Hidayat M.Si  agar mengembalikan sejumlah pejabat pada posisi sebagaimana hasil fit and proper test yang pernah digelar pemkot.

Pejabat yang dimaksud di antaranya,  Mohamad Rizal (Kadis Perumahan dan Kawasan Permukiman,red). Sementara hasil seleksi jabatan, masuk 3 besar Kepala Administrator KEK.

Kemudian Eka Komalasari, (Kepala Badan Pendapatan Daerah), hasil seleksi masuk  peringkat pertama Kadis Perindustrian dan Perdagangan, kemudian Syamsul Saifudin (Kepala Badan Penelitian Pengembangan Daerah) hasil seleksi masuk dua besar Kadis Perindustrian dan Perdagangan, Mohamad Arif (Kasat Pol PP), hasil seleksi menduduki peringkat 3 Kadis Perindustrian dan Perdagangan, Farid Rifai (Kadis Perdagangan dan Perindustrian)  masuk peringkat 5 dalam seleksi Kadis Perindagkop, kemudian Setyo Susanto (Kadishub) sebelumnya lolos seleksi sebagai Kadis Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja.

KASN juga meminta Wali Kota yang menonjobkan mantan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Pemkot Palu, Emma Sukmawati kembali  ke dalam jabatan pimpinan Tinggi Pratama yang relatif tidak berbeda dengan tupoksi semula atau jabatan struktural lain yang eselonnya setara.

Sikap KASN itu keluar setelah menerima laporan pengaduan dari masyarakat Kota Palu pada 5 Januari 2017.  Ini terkait dugaan adanya ketidaksesuaian pelaksanaan seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama di pemerintahan kota Palu dan pengisian perangkat daerah dalam sebagai tindaklanjut pelaksanaan PP Nomor 18 Tahun 2016.

Dari hasil penyelidikan KASN, kebijakan Wali Kota dinilai tidak sesuai dengan PP Nomor 18 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Perangkat Daerah (OPD) serta UU Nomor 5 Tahun 2014 Tentang ASN dan Permen PAN-RB Nomor 13 Tahun 2014 Tentang Tata Cara Pengisian Pimpinan
Tinggi Terbuka di Lingkungan Pemerintah.
Karena itulah KASN mengeluarkan  sejumlah rekomendasi yang kemudian diteruskan pula ke DPRD Kota Palu. Rekomendasi itu bernomor surat B-431/KASN/2/2017 tertanggal 9 Februari 2017 yang diterima Sekretariat DPRD pada 21 Februari 2017.

Dalam rekomendasi itu, KASN membedah  sejumlah kekeliruan tentang pengangkatan dan pelantikan sejumlah pejabat SKPD yang dinilai bertentangan dengan regulasi yang mengatur tentang itu.

Dari hasil penyelidikan, ditemukan menemukan tidak terpenuhinya  penetapan dan pengangkatan pimpinan tinggi pratama hasil pelaksanaan seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama sebagaimana diatur dalam UU Nomor 5 Tahun 2014 Tentang ASN dan Permen PAN-RB Nomor 13 Tahun 2014 Tentang Tata Cara Pengisian Pimpinan Tinggi Terbuka di Lingkungan Pemerintah.

KASN menilai kebijakan itu keliru. Karena pejabat yang mengisi lowongan-lowongan jabatan yang diposkan tak sesuai hasil rekrutmen berdasarkan standarisasi rekrutmen pejabat tinggi pratama sebagaimana diatur dalam UU Nomor 5 Tahun 2014 Tentang ASN dan Permen PAN-RB Nomor 13 Tahun 2014 Tentang Tata Cara Pengisian Pimpinan Tinggi Terbuka di Lingkungan Pemerintah.

Menanggapi rekomendasi KASN itu, para wakil rakyat di DPRD Kota Palu menilai itu kewenangan penuh wali kota sebagai hak prerogatif seorang walikota.

Anggota dewan dari Partai Hanura, Hamsir menegaskan dewan tak bisa mencampuri itu. Alasannya bukan tupoksi dewan untuk mengatur walikota soal penempatan jabatan pejabat di lingkungan pemkot.

“Itu hak prerogatif walikota. Tetapi, yah setidaknya, kalau menurut saya, pak Wali kota mestinya bijak dalam hal ini. Ini terkait menonjobkan ibu Emma Sukmawati,” ujarnya.

Banyak pertimbangan selain hak prerogatif yang bisa dijadikan dasar kebijakan itu kata Hamsir. Di antaranya loyalitas dan latarbelakang kinerja Emma yang baik selama menjabat sebagai pimpinan SKPD di masa-masa sebelumnya. Kebijakan Hidayat ini kata dia  terkesan memangkas karir di ujung masa jabatan.

“Nilai rasa yang kemudian lebih kuat muncul di sini. Ini ibarat mematikan karir seseorang di tengah puncak karir,” ujarnya.

Anggota dewan yang lain, Bernadeth pun menilai, Emma sebagai pejabat eselon yang sudah lama mengabdi harusnya menjadi pertimbangan

“Kita tak bisa mencampuri. Karena itu hak sepenuhnya pak Walikota. Tapi, kami akan undang untuk menindaklanjuti rekomendasi KASN itu,” ujar Bernadeth.

Surat rekomendasi KASN itu didisposisikan oleh pimpinan dewan Moh Iqbal Andi Magga kepada komisi A DPRD Kota Palu agar ditindaklanjuti.
Karena itu kata Bernadeth, yang juga Wakil Ketua Komisi A, dewan dalam hal ini Komisi A akan mengundang pemkot untuk membahas soal rekomendasi KASN itu.

“Kita akan rembug dalam komisi. Karena sudah didisposisikan oleh pimpinan,” tandasnya.
Untuk diketahui, Emma Sukmawati yang pernah menjabat pula Kadis Kesehatan Kota kini diposisikan sebagai tenaga fungsional di RSUD Anutapura.

(mrs/Palu Ekspres)

Click to comment
To Top