Virus Aneh Serang Anak-anak, Sudah Puluhan Orang Meninggal – Palu Ekspres
Daerah

Virus Aneh Serang Anak-anak, Sudah Puluhan Orang Meninggal

Seorang balita didampingi orang tua dan saudaranya saat diperiksa oleh tenaga perawat. foto Gamel/Cenderawasih Pos/JawaPos.com

PALU EKSPRES, JAYAPURA – Masyarakat di empat kampung Kabupaten Deiyai, Papua digegerkan dengan keberadaan virus aneh. Virus tersebut menghantam kekebebalan tubuh anak. Sehingga puluhan anak meninggal dalam kurun waktu beberapa hari terakhir.

Kasus ini membuat aparat Dinas Kesehatan (Dinkes) Papua turun ke lapangan untuk mendata lagi korban yang meninggal, termasuk melakukan penanganan kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua drg Aloysius Giyai MKes menyatakan bahwa informasi tersebut juga baru diketahui dari Kadis Kesehatan Kabupaten Deiyai. Disebutkan, 40 anak meninggal akibat virus itu. Namun, Aloysius belum bisa memastikan kondisi di lapangan karena timnya masih mengumpulkan data.

“Kadis Kesehatan Deiyai menyampaikan seperti itu dan tim kaki telanjang sudah ke sana sejak dua hari lalu. Hanya, kami belum tahu persis apakah itu meninggal mendadak atau dalam minggu ini,” kata Aloysius melalui ponselnya kemarin (13/7).

Disebutkan, ada empat kampung yang terkena wabah, yakni Kampung Digikotu, Piyakemidi, Yiniboda, dan Epanai. Seluruhnya masuk Distrik Tigi Barat, Kabupaten Deiyai.

Menurut Aloysius, jika benar kasus yang ditemukan adalah sarampa atau campak, yang perlu dilakukan adalah menjaga daya tahan tubuh masyarakat yang lain, termasuk anak-anak. Sebab, penyakit itu menular dan medianya adalah udara ataupun air.

Campak biasanya dialami anak-anak yang sistem kekebalan tubuhnya buruk atau belum pernah diberi vaksin. “Sarampa ini menular lewat udara dan jika kesehatan lingkungan kurang dan daya tahan tubuh buruk, tentu bisa kena,” katanya.

Penyakit itu mudah sekali menular, terutama lewat udara, baik lewat bersin, batuk, maupun kontak langsung dengan penderita, ter­masuk orang dewasa jika berhubungan langsung.

Di tempat umum, penyakit tersebut juga bisa menyebar, tapi sangat rentan terhadap anak-anak, terutama yang belum memiliki kekebalan tubuh yang baik. Hanya, Aloysius melihat itu tak lepas dari kinerja dinas kesehatan yang dikatakan lemah.

“Dinas kesehatan di Deiyai tidak berjalan baik dan menjadi salah satu dinas tingkat kabupaten yang rapornya merah. Kadang provinsi turun ke situ, namun tidak ada orang dan itu sudah berulang-ulang. Kami sudah beberapa kali ingatkan, namun tetap saja. Untungnya, tim kaki telanjang yang berjumlah 16 orang sudah turun ke lokasi meski kami masih menunggu laporan resminya,” katanya.

Penyakit sarampa atau campak biasanya dapat dilihat dan dikenali secara fisik. Sebab, jika seseorang sudah terkena penyakit itu, akan muncul bintik merah atau ruam kemerahan pada pipi dan akhirnya merata di tubuh.

(ade/yan/tri/c10/ami)

 

Click to comment

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!