Venezuela Tegang, Heli Polisi Serang Gedung MA – Palu Ekspres
Internasional

Venezuela Tegang, Heli Polisi Serang Gedung MA

GOYANG PEMERINTAH: Demonstran mengangkat bendera Venezuelan dalam aksi protes menentang Presiden Nicolas Maduro di Karakas, Venezuela, kemarin WIB. (Ivan Alvarado/REUTERS)

PALU EKSPRES, CARACAS – Gelombang protes anti pemerintah kian menggelora di Venezuela. Selasa waktu setempat (27/6) sebuah helikopter kepolisian menyerang dua gedung milik pemerintah. Yakni, kantor Mahkamah Agung (MA) dan gedung Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Presiden Nicolas Maduro langsung memerintahkan penangkapan.

”Saya sudah menginstruksikan kepada segenap personel angkatan bersenjata untuk tetap memelihara perdamaian,” kata Maduro pasca serangan helikopter tersebut. Tak lama setelah empat granat mendarat di MA dan sedikitnya 15 tembakan diberondongkan ke Kemendagri, politikus 54 tahun yang popularitasnya makin surut itu menggelar jumpa pers di Istana Miraflores.

Maduro mengatakan, helikopter tersebut dipiloti ajudan salah seorang menteri. Kepada media, dia mengaku sudah mengantongi identitas si pilot. ”Cepat atau lambat, pemerintah akan menghentikan helikopter tersebut dan menangkap siapa pun yang terlibat dalam teror yang dilancarkan dari helikopter itu,” tegas pengganti mendiang Presiden Hugo Chavez tersebut.

Kemarin (28/6), dalam foto-foto yang beredar luas di internet, terlihat sebuah helikopter dengan spanduk bertulisan 350 Freedom. Tulisan itu mengacu pada pasal konstitusi yang belum lama ini disoroti oposisi. Berdasar pasal tersebut, pemerintahan Maduro layak dibubarkan. Sebab, pemerintah tak lagi memiliki legitimasi yang kuat. Selasa lalu helikopter yang ditumpangi dua orang itu terbang mengelilingi ibu kota.

Pada hari yang sama, beredar video tuntutan terhadap Maduro untuk mengundurkan diri. Tuntutan tersebut disampaikan seorang pria berseragam yang menyebut dirinya sebagai detektif Cuerpo de Investigaciones Científicas, Penales y Criminalísticas (CICPC), salah satu unit kepolisian nasional Venezuela yang khusus menangani kasus-kasus kriminal. ”Saya berjuang untuk memerangi tirani,” katanya.

Selain mendesak Maduro mundur, pria yang tidak disebutkan namanya itu menuntut pemerintah menggelar pemilu dini. Namun, sejak awal Maduro menolak mundur. Dia juga tidak menggubris tuntutan berbagai pihak soal pemilu dini. Di matanya, unjuk rasa anti pemerintah tersebut salah dan harus segera dihentikan. Dia malah mengajak aliansi oposisi MUD untuk mengecam aksi protes anti pemerintah.

Ajakan Maduro itu tentu saja tak diacuhkan MUD. Salah seorang petinggi aliansi tersebut, Freddy Guevara, malah menyerukan hal sebaliknya. ”Saya imbau rakyat untuk turun ke jalan dan ikut dalam unjuk rasa anti pemerintah,” ujarnya kemarin. Selama hampir tiga bulan menyuarakan aspirasinya, oposisi belum juga bisa menumbangkan pemerintahan Maduro. Sementara itu, jumlah korban jiwa mencapai 76 orang.

Belakangan, Maduro menuding Amerika Serikat (AS) berada di balik unjuk rasa anti pemerintah itu. Dia bahkan menyebut serangkaian aksi protes tersebut sebagai upaya kudeta. ”Jika Venezuela jatuh dalam krisis dan kekacauan (karena AS, Red), kami tidak akan segan-segan melawan,” ancam Maduro. Dia juga mengaku siap mengangkat senjata untuk mengegolkan agenda reformasinya.

(AFP/Reuters/CNN)

 

Click to comment

BERITA POPULER

To Top