Tidak Logis, Yohanes Menyangka Manda Hanya Pingsan Usai dicekik – Palu Ekspres
Palu

Tidak Logis, Yohanes Menyangka Manda Hanya Pingsan Usai dicekik

PALU EKSPRES, PALU – Sidang kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menyebabkan wartawati Harian Palu Ekspres, Maria Yeane Agustuti meninggal dunia kembali digelar, Rabu (7/6) di Pengadilan Negeri (PN) Palu.

Terdakwa Yohanes yang tak lain suami korban hadir didampingi kuasa hukum, Buhari SH. Sidang beragenda keterangan saksi itu dihadiri dua adik kandung korban, Lodifikus Sukurio dan Fransiscus. Yohana istri dari Lodifikus Sukur dan Dharma Putra, adik sepupu terdakwa.
Seluruhnya hadir untuk memberikan kesaksian.
Majelis hakim diketuai Made Sukadana dan dua hakim anggota, Erianto Siagian dan Ernawati. Sedangkan jaksa penuntut umumnya, Nursiha. Kepada majelis hakim, terdakwa mengakui seluruh keterangan saksi.

Terdakwa pun diminta menceritakan singkat kronologis pertengkarannya dengan sang istri hingga berujung saling cekik dengan seutas selendang.

Menurut Yohanes, cekikan selendang awalnya dilakukan oleh istrinya sendiri, Maria. Dia mengaku mencekik istrinya hanya untuk membalas cekikan itu.

“Saya dicekik duluan, nanti setelah saya rasa nafas sudah tersesak baru saya tolak. Baru itu saya balas cekik,”aku Yohanes.

Yohanes melepas cekikan balasannya setelah melihat istrinya lemas dan menyadarkan dagu di pergelangan tangan kanan. Melihat reaksi istri demikian, Yohanes lalu merebahkan badan istrinya untuk kemudian diselimuti dengan selendang.

Kepada majelis, Yohanes menyangka aksi itu hanya membuat pingsan istrinya. Sampai akhirnya bergegas pergi membawa sebuah koper menuju Kabupaten Poso. Kabar mengenai meninggalnya Maria istrinya, aku Yohanes baru dia ketahui dari polisi yang menangkapnya sehari setelah peristiwa.

“Saya kira cuma pingsan pak,”katanya. Menjawab pertanyaan Ketua Mejelis, Made Sukadana, Yohanes mengaku menyayangi istrinya. Merasa bersalah dan menyesali perbuatan itu.
Namun siap menjalani hukuman apapun sesuai ketentuan dari perbuatannya sendiri. Kabar mengenai kehamilan Manda juga dibantah terdakwa. Dia tidak membenarkan jika Maria istrinya meninggal dalam keadaan hamil 3 bulan.

Pasalnya dua hari sebelum kejadian itu, Yohanes mengaku bersama istrinya telah melakukan test kehamilan menggunakan tes pack.

“Tidak hamil pak. Karena hasilnya negatif,” sebutnya.
Pengakuan lain Yohanes adalah soal narkoba. Meski membenarkan pernah memakai narkoba, namun saat kejadian, dia mengaku tidak dalam pengaruh narkoba atau jenis lainnya. Namun anehnya, Yohanes tidak mampu menjawab pertanyaan Ketua Majelis, Made Sukadana saat ditanya soal sangkaan istrinya hanya mengalami pingsan.

Made menilai pengakuan itu logis. Mulut Yohanes kaku saat ditanya mengapa tak ada upaya untuk memulihkan istrinya jika hanya menyangka itu pingsan. Dan jika pun pingsan, kenapa harus takut dan melarikan diri membawa koper dan motor. Bahkan sampai mengunci korban dari luar.

“Tidak logis menurut saya,” kata Made Sukadana.

Menjawab itu, Yohanes singkat berkata saat itu sudah panik. Pilihannya menuju Kabupaten Poso, agar sewaktu-waktu gampang dihubungi jika terjadi sesuatu.

Sebelumnya adik korban, Lodifikus Sukur dalam keterangannya mengaku sempat memediasi terdakwa dan korban tepat malam sebelum korban ditemukan tewas.

Pertengkaran terdakwa dan korban ungkap Sukur memang sering terjadi. Bahkan pernah sekali bergulir laporan kepolisian.
Namun sebutnya itu hanya untuk membuat jerah terdkwa. Pada akhirnya dia tidak menyangka jika akhirnya perbuatan terdakwa sampai menghilangkan nyawa istrinya sendiri.

Meski begitu, Sukur mengaku ikhlas dan menyerahkan sepenuhnya pada mekanisme hukum. Demikian halnya Fransiscus, juga menyerahkan sepenuhnya pada ketentuan hukum yang belaku.

Sidang rencananya kembali digelar Rabu pekan depan dengan agenda pembacaan tuntutan.

(mdi/Palu Ekspres)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top