Tertekan Kasus Asusila Kepala Sekolah Gantung Diri, Tinggalkan Surat Wasiat – Palu Ekspres
Daerah

Tertekan Kasus Asusila Kepala Sekolah Gantung Diri, Tinggalkan Surat Wasiat

PALU EKSPRES, BALIKPAPAN – Warga Balikpapan Kota mendadak geger. Penyebabnya, seorang kepala sekolah dasar nekat gantung diri menggunakan seutas tali nilon di dapur rumahnya, Kelurahan Telaga Sari, Balikpapan Kota, Senin (29/8) malam. Korban berinisial MJ (52), pertama kali ditemukan oleh sang istri dan anaknya dalam kondisi tidak bernyawa.

Diduga, MJ nekat mengakhiri hidupnya lantaran tekanan dari kasus dugaan tindak asusila yang ditangani Polres Balikpapan. Selembar surat wasiat juga ditemukan dengan tulisan tangan korban. Di dalam surat tersebut tertulis, korban merasa berat menanggung beban sosial dari kasus yang masih berjalan.

“Korban dipastikan meninggal gantung diri, tidak ada tanda-tanda kekerasan lainnya. Selain itu korban juga meninggalkan surat wasiat,” ujar Plt Kasat Reskrim Polres Balikpapan Iptu Nyoman Darmayasa, kemarin (29/8), dikutip dari Balikpapan Pos (Jawa Pos Group).

Sejauh ini, lanjut Nyoman, kasus dugaan pencabulan yang dikaitkan dengan MJ masih bergulir di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Balikpapan. Meski sebelumnya almarhum sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun kepolisian belum menahan lantaran belum dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka.

“Pelaku memang tidak ditahan karena baru ditetapkan sebagai tersangka dan belum dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka. Rencana habis Lebaran Haji (September, Red), baru kami mau panggil dan periksa sebagai tersangka,” bebernya.

Namun, karena yang bersangkutan telah meninggal dunia, penyidikan kasus dihentikan. Hal ini sesuai dengan pasal 77 KUHP. “Untuk ini, kita akan melakukan gelar perkara terlebih dahulu kemudian menghentikan penyidikan,” tandasnya.

Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi mengakui bahwa korban mengalami depresi berat akibat statusnya sebagai tersangka. Sehari sebelum mengakhiri hidupnya, MJ sempat bercerita kepada Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Balikpapan Muhaimin, jika dugaan pelecehan itu tidak pernah dia lakukan.

“Kami prihatin dan sedih. Sepertinya waktu ketemu Kadisdik dia bisa lebih tenang. Memang menurut Kadisdik, beliau (MJ, Red) agak stres berat. Tapi dia menyatakan bahwa beliau tidak melakukan itu (pelecehan, Red). Tidak mengira bahwa tiba-tiba beliau begitu (baca: bunuh diri),” katanya kemarin (29/8).

Rizal mengatakan, korban seharusnya melakukan pembelaan apabila merasa tidak bersalah kepada pihak yang berwajib. Namun, MJ lebih memilih mengakhiri hidupnya dengan cara tragis.

“Kadisdik sudah memberi semangat. Kalau dia tidak melakukan, kan dia harus melakukan pembelaan. Karena nantinya harus dihadapi situasi (proses hukum, Red) ini,” ujarnya.

Rizal meminta masyarakat lebih bijak dalam menilai sebuah informasi. “Memohon kepada masyarakat jangan memvonis kalau belum resmi. Kita serahkan semuanya kepada aparat hukum,” ungkapnya.

Atas kejadian ini, pihaknya berencana akan melakukan sosialisasi kepada seluruh guru yang ada di Balikpapan agar tidak melakukan tindakan kekerasan pada murid, baik itu secara fisik maupun tindakan seksual.

“Kami sudah mengingatkan beberapa kali kepada sekolah untuk tidak melakukan kekerasan baik fisik maupun orientasi seksual. Mungkin kami akan lakukan sosialisasi lagi untuk mengingatkan semua pihak untuk lebih hati-hati. Saya juga tadi pagi datang melihat jenazah beliau,” terangnya.

(Fajar/jpg/JPC)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!