Ternyata Bukan Hanya soal Tiang Pancang yang Roboh, Ini Penyebab Mendasar Pemadaman Listrik di Sulteng – Palu Ekspres
Opini

Ternyata Bukan Hanya soal Tiang Pancang yang Roboh, Ini Penyebab Mendasar Pemadaman Listrik di Sulteng

Oleh Muhd Nur Sangadji

KALAU anda ada di Palu pada hari-hari belakangan  ini, anda akan merasakan bagaimana tersiksanya   orang Palu oleh pemadaman listrik. Empat hari sudah (pada saat artikel ini ditulis), warga kota Palu  mengalami pemadaman listrik bergilir dengan frekwensi yang sangat tinggi.

Bayangkan, untuk pengalaman di perumahan dosen Tadulako, kami hanya dan atau baru menikmati  listrik sekitar jam 22.00 malam. Itu pun hanya untuk durasi waktu sekitar selama dua hingga tiga jam saja. Baru terasa, betapa pentingnya listrik bagi kehidupan.

Empat hari dari rencana 8 hari mati hidupnya listrik bagi warga kota lembah Palu, telah memberikan  dampak kerugian yang tidak sedikit.

Proses produksi yang terganggu atau terhenti,  produk yang rusak atau mati, gangguan komunikasi   hingga kekacauan sosial serta kerugian non material lainnya.

Semua ini kalau dihargakan, nilainya akan sangat besar sekali. Padahal kalau kita lihat penyebabnya, hanyalah karena robohnya tiang pancang listrik lantaran diterjang air sungai.

Bagaimana bisa..?   Ternyata, tiang pancang  tersebut dibangun di lokasi yang hanya berjarak 30 meter dari badan sungai. Itu juga berarti, dibangun di sungai atau areal sungai.

Mangapa bisa..?
Inilah pertanyaan yang sulit dimengerti karena  proses pemancangan tiang listrik tersebut, pastilah  melalui izin lingkungan (Amdal atau UKL/UPL). Cukup aneh bila kedua dokumen ini tidak mengaturnya di dalam rencana pengelolaan lingkungannnya (RKL).

Seandainya, posisis atau titik pemancangannya tidak  bisa dihindari, maka harus ada tindakan pengamanan (mitigasi) untuk mengatasi banjir. Biayanya   pastilah tidak se mahal yang saat ini. Tapi, kalau semua ini tidak dilakukan maka apa yang terjadi  saat ini adalah akibat dari kelalaian. Kelalaian dalam penyusuanan Amdal/ukl/upl, atau dalam mematuhi perantah Amdal/ukl/upl dan atau kelalain dalam memantaunya.

Ini adalah pelajaran lagi dari sekian pelajaran penting yang terus berulang dalam pembangunan kita. Kita sibuk mengurus solusi jangka pendek, hingga  kita lupa menyoal sumber masalah.

Karena itu, maslah kita terus saja berulang.  Selalu, ketika koban berjatuhan, baharu kita sibuk  mengurus jalan keluarnya. Itu, karena kita tidak terbiasa berpikir antisipatif. Wallahu a’lam.

Click to comment

BERITA POPULER

To Top