Tapal Batas Petobo-Ngatabaru Harus Segera Diselesaikan – Palu Ekspres
Daerah

Tapal Batas Petobo-Ngatabaru Harus Segera Diselesaikan

FOTO : H BUDI LUHUR LARENGI

PALU EKSPRES, SIGI – Anggota DPRD Sigi, Drs H Budi Luhur Larengi menilai kisruh soal tapal batas melibatkan dua daerah bertetangga, yakni Kelurahan Petobo (Kota Palu) dengan Desa Ngatabaru (Sigi) sebaiknya diselesaikan terlebih dahulu. Kemudian, baru ke dua daerah membicarakan soal rencana pembangunan asrama haji, stadion, dan markas TNI angkatan udara (AU) di lokasi perbatasan tersebut.

Budi Luhur Larengi, mengatakan sangat mengapresiasi kunjungan dari Pemkot Palu di Kabupaten Sigi, yang dipimpin langsung Wali Kota Palu, Hidayat, baru-baru ini. “Karena kunjungan pak Hidayat ke Sigi itu mampu memperkuat silaturahmi kedua daerah bertetangga ini,” ungkapnya, belum lama ini.

Akan tetapi pada pertemuan silaturahmi itu, ia menyesalkan, baik Pemkot Palu maupun Pemkab Sigi tidak membicarakan soal tapal batas yang jelas. Padahal, tapal batas itu sangat penting dibahas agar menghindari terjadinya gesekan di masyarakat.

“Memang benar kata pak Hidayat itu, kalau Sigi dengan Palu ini bukan ibarat Belanda dengan Inggris yang saling memperebutkan wilayah perbatasan. Tetapi, tapal batas itu harus jelas biar masyarakat tidak rebut terus-menerus,” tegas Budi Luhur, yang kini menjabat sebagai Ketua Fraksi Golkar DPRD Sigi itu.

Budi menjelaskan, soal tapal batas Petobo dengan Sigi ini tidak hanya bermasalah dengan Desa Ngatabaru saja. Tetapi, tapal batas Petobo juga bermasalah dengan Desa Loru. Artinya, persoalan Sigi dengan Kota Palu ini sangat penting sehingga diperlukan penanganan serius. Oleh karena itu, kedua daerah sebaiknya duduk bersama membahas tapal batas dulu, baru membicarakan tentang pembangunan selanjutnya.

“Wilayah Petobo ini saya tahu persis karena dulunya masuk di wilayah Biromaru. Nanti berpisah kala itu Petobo ke Kota Palu, sedangkan Biromaru ke Donggala. Saya tahu wilayah ini karena saya besar di sini,” terang politisi dengan ciri khas berkaca mata itu.

Menurutnya, dalam waktu dekat ini ia akan mencoba berkomunikasi kembali dengan Bupati Sigi, Mohamad Irwan Lapatta, untuk mendesak Pemkot Palu menetapkan tapal batas dengan Sigi. Karena soal tapal batas itu yang paling ditunggu masyarakat. Sementara rencana pembangunan asrama haji, stadion, dan markas TNI AU dapat dibicarakan lebih lanjut ketika tapal batas sudah selesai ditetapkan.

“Persoalannya ketika asrama haji, stadion, dan markas TNI AU hendak dibangun. Pertanyaan saya, siapa yang mengerjakan dan tidak mungkin kedua daerah sekaligus. Kemudian lokasi pembangunan dimana, karena tapal batas belum selesai ditetapkan,” pungkasnya.

(mg2/Palu Ekspres)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!