Tak Dapat Tumpangan, Gubernur Hendak Naik Ambulans tapi Ditolak, Terpaksa… – Palu Ekspres
Daerah

Tak Dapat Tumpangan, Gubernur Hendak Naik Ambulans tapi Ditolak, Terpaksa…

Presiden Joko Widodo saat tiba di Bandara Babullah Ternate, Senin (8/5). Foto: Hariyanto Teng/Malut Post

PALU EKSPRES, TERNATE – Peristiwa “tidak enak” terjadi di sela-sela kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Maluku Utara, kemarin.

Yakni, Gubernur Malut Abdul Ghani Kasuba “terlantar” akibat tidak diurus ajudan dan pihak protokol Pemprov.

Orang nomor satu di Pemprov Malut itu tampak kebingungan mencari kendaraan yang hendak menuju Bandara. Bahkan sempat menahan ambulans untuk menumpang, namun tidak diperkenankan sopir ambulans.

Akhirnya dia harus diarahkan petugas POM untuk naik bus bersama anggota Paspampres. Kejadian ini terjadi di depan Royal Cafe dan Resto inin sempat mengundang perhatian media.

Awalnya, Gubernur dan Presiden bersama-sama keluar dari Royal disaat yang sama Presiden Jokowi diserbu warga untuk meminta foto bersama. Suasana sempat ramai sehingga gubernur lepas dari perhatian.

Mobil dinas gubernur yang telah parkir sejajar dengan mobil Presiden tidak bisa keluar dari kerumunan.

Akhirnya Gubernur mencari tumpangan lain lantaran ingin cepat-cepat menyusul presiden yang lebih dulu ke Bandara Babullah menuju Desa Tepeleo, kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) guna meresmikan tiga dermaga pelabuhan.

Tidak hanya Gubernur, ibu Gubernur Faoniya Kasuba juga mengalami hal serupa. Faunia sempat kebingungan karena tidak mendapat kendaraan.

Sementara gubernur telah berada di atas bus milik Dinas Perhubungan Malut. Beruntung sempat diperhatikan beberapa pegawai protokoler sehingga diarahkan masuk ke dalam mobil yang memuat rombongan dari Jakarta.

Sekretaris Pantia Kunjungan Presiden Sahmin Djanidi saat dikonfirmasi mengatakan, kejadian tersebut bukan kesalahan pihak protokoler pemprov. Alasannya, gubernur berada di ring 1 presiden.

“Yang itu siapa saja tidak bisa dihindari. Karena menyangkut pengamanan presiden ini kan tidak bisa dibandingkan dengan yang lain, sehingga menyangkut masalah ring satu dan lainnya itu adalah tugas Istana, Paspampres. Kalau sudah seperti itu kita dari panitia lokal tidak bisa campur ke dalam karena itu berkaitan pengamanan RI 1,” ucapnya, seperti diberitakan Malut Post (Jawa Pos Group).

Kehadiran Presiden Joko Widodo di Malut kemarin untuk meresmikan sejumlah proyek yang dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Total anggaran proyek yang diresmikan Presiden Jokowi mencapai Rp 157,1 miliar, Anggaran tersebut digunakan untuk membangun tiga pelabuhan beserta fasilitas pendukungnya, yakni Pelabuhan Tepeleo, Halmahera Tengah, Pelabuhan Wayabula, Pulau Morotai, dan Pelabuhan Bicoli, Halmahera Timur.

Peresmian tiga sarana penyeberangan laut ini sendiri dipusatkan di Tepeleo, Patani Utara, siang kemarin.

(udy/jfr)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top