Tahanan Kejari Parimo Kabur, Pengawal Bakal Dicopot – Palu Ekspres
Daerah

Tahanan Kejari Parimo Kabur, Pengawal Bakal Dicopot

PALU EKSPRES, PARIGI – Kepala Kejaksaan Negeri Parigi moutong (Parimo) akan mencopot pegawainya yang menjabat sebagai pengawal tahanan karena dinilai lalai dalam melaksanakan tugas secara propesional. Akibat kelalaianya, sehingga seorang tahanan jaksa kabur saat dibawa ke rumah tahanan (Rutan) Olaya cabang Parigi, Selasa (12/9).

“Karena kelalaiannya saya langgsung mencopot yang bersangkutan, dan memindahkan menjadi staf biasa, ini merupakan kesalahan fatal karena terdakwa merupakan terpidana narkotika dan parahnya dia lari saat mobil tahanan kejaksaan sedang berhenti di lampu merah RS Anutaloko,” ungkap Jurist Precisely Sitepu, SH, MH saat ditemui wartawan di ruang kerjannya, Rabu (13/9).

Ia menjelaskan, saat terdakwa yang sedang diborgol bersama dengan rekan lainnya langsung berteriak dan terdakwa langsung kabur sehingga mobil seketika dihentikan. Sementara aturannya, dalam satu borgol itu untuk dua orang terdakwa karena menjaga hal yang tidak diinginkan.

Tetapi diluar dugaan, terdakwa kabur dengan melepaskan borgol di tangannya. Pasca kaburnya terdakwa, pihaknya langsung melakukan pengejaran di wilayah Kota Parigi dibantu anggota Polres Parimo untuk mencari tempat persembunyiannya. Sebab terdakwa merupakan warga Pelawa Kecamatan Parigi tengah, Kabupaten Parimo, yang masih dalam tahap persidangan di Pengadilan Negeri Parigi.

Bahkan untuk mempersempit ruang gerak terdakwa, pihaknya telah menyebarkan foto sehingga ruang geraknya untuk melarikan diri semakin tidak leluasa. Bahkan pihaknya telah mendatangi keluarga terdakwa untuk meminta kerjasama agar yang bersangkutan segera menyerahkan diri.

“Kami melakukan pencarian menggunakan foto terdakwa, dan juga kami sudah sebarkan sehingga masyarakat yang mengetahui keberadaanya dapat melaporkan kepada kami tempat persembunyiannya, dan saya sudah meminta bantuan kebagian penyadapan Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk mencari tahu keberadaanya,” jelasnya.

Lanjut dia, adanya tahanan yang kabur berdampak pada penundaan kenaikan pangkat bagi jaksa yang menangani perkara tersebut. Selain itu, Kasi Pidum pun mendapat sanksi yang sama karena merupakan tugas mereka.

(mg4/Palu Ekspres)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top