Surplus Beras Sulteng Tembus 186.691 Ton – Palu Ekspres
Ekonomi

Surplus Beras Sulteng Tembus 186.691 Ton

PANEN - Gubernur Sulteng H Longki Djanggola dalam Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan Tingkat Nasional ke-V, di Desa Sidera Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi , Kamis, 12 Oktober 2017. FOTO HUMAS PEMPROV SULTENG

PALU EKSPRES, PALU – Pemerintah saat ini sedang gencar mewujudkan swasembada pangan menuju kedaulatan pangan secara nasional. Ini untuk target menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia tahun 2045.

Gubernur Sulteng, H Longki Djanggola menyebut, Sulteng termasuk salah satu provinsi yang diharap mendukung dan memberikan kontribusinya terhadap program itu. Ini mengingat potensi lahan yang tersedia di Sulteng, menurut data BPS tahun 2016, luas lahan sawah sekitar 148.442 ha. Lahan kering sekitar 468.234 ha untuk tegalan. Dan sekitar 170.996 ha untuk ladang.

Menurutnya, kondisi ketahanan pangan Sulteng, khususnya beras, sejak 5 tahun terakhir tergolong surplus. Tahun 2016, produksi padi mencapai sebesar 1.103.168 ton gabah kering giling.

Bila dikonversi ke beras (angka rafaksi 62,74%) akan menjadi beras sebanyak 597.210 ton. Dengan jumlah sekitar 2.950.189 jiwa. Kemudian Jika kebutuhan konsumsi per kapita penduduk sekitar 139,15 kg/kapita tahun, maka kebutuhan beras Sulteng sekitar 410.519 ton. Angka itu mengindikasikan bahwa, Sulteng tergolong provinsi yang berasnya surplus sekitar 186.691 ton.

Surplus beras Sulteng tersebut ujar Longki sebagian besar diperdagangkan antar daerah dan antar pulau. Seperti ke Provinsi Gorontalo, Maluku Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara. Hal itu ia kemukakan ketika membuka Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan Tingkat Nasional ke-V, di Desa Sidera Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi , Kamis, 12 Oktober 2017.

Menurut Longki, tahun 2017, target luas tanam komoditas tanaman pangan (Pajala) Sulteng untuk padi seluas 266.283 ha. Dia menjelaskan jika kebutuhan benih sekitar 25 kg/ha, maka kebutuhan benih setara 6.657 ton/tahun. “Bila harga benih sekitar Rp. 9.000 per ha, maka biaya untuk benih padi pertahun sekitar 59,9 miliar,”jelasnya.

Sedangkan trget untuk jagung seluas 84.425 ha. Apabila kebutuhan benih sekitar 15 kg/ha, maka kebutuhan benih setara 1.266 ton/tahun. Dan jika harga benih sekitar rp.14.000 per ha, maka biaya untuk benih jagung pertahun sekitar 17,73 milyar. Selanjutnya target untuk kedelai yaitu seluas 12.877 ha.

Jika kebutuhan benih sekitar 25 kg/ha, maka kebutuhan benih kedele setara 322 ton/tahun. Jika harga benih sekitar Rp.9.000 per ha, maka biaya untuk benih kedele per tahun sekitar 2,9 milyar.

Gubernur menyimpulkan, sesuai data sederhana itu, maka Sulteng adalah salah satu provinsi potensial untuk dipacu usaha perbenihannya. Dengan kata lain potensial untuk menarik minat investor guna memanfaatkan peluang berinvestasi dalam usaha/industri perbenihan tanaman pangan secara berkelanjutan.

Untuk mendukung keberlanjutan pembenihan itu, pemerintah daerah sebutnya telah melakukan berbagai upaya. Antara lain peningkatan status balai benih, Penetapan Perda nomor 1 tahun 2015, tentang perlindungan lahan pertanian pangan dan Mendorong dibentuknya SMK Pertanian unggulan.

Meski begitu, segala upaya masih menghadapi tantangan penting dan mendasar dan harus segera diatasi. Tantangan itu diantaranya kondisi infrastruktur yang belum memadai, kebutuhan pangan, fenomena perubahan iklim.Termasuk keengganan generasi bekerja di sektor pertanian. Perbaikan NTP petani dan tantangan mendasar lainnya.

“Karenanya bagaimana mengurangi kemiskinan, terutama di perdesaan yang sebagian besar bekerja di sektor pertanian,”demikian Gubernur. Menteri Pertanian diwakili Dirjen Tanaman Pangan Dr. Ir. Sumarjo Gatot Irianto beserta Staf Ahli Menteri Bidang Perdagangan dan Hubungan Luar Negeri turut hadir dalam kegiatan itu.

Selain membuka Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan Tingkat Nasional ke-V, Gubernur didampingi Dirjen Tanaman Pangan Dr. Ir. Sumarjo Gatot Irianto serta pejabat lainnya melakukan pembenihan serta panen tanaman pangan sekaligus penyerahan secara simbolis kartu petani miskin, pemberian benih jagung, hand traktor, serta claim asuransi usaha kepada petani.

(mdi/Palu Ekspres)

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!