Sudah Tiga Tahun Ditetapkan, Baru Tiga Investor Beraktifitas di KEK Palu – Palu Ekspres
Ekonomi

Sudah Tiga Tahun Ditetapkan, Baru Tiga Investor Beraktifitas di KEK Palu

MASIH TERUS DIBAHAS - Ketua DPRD Palu, Iqbal Andi Magga (kiri), Asisten Bidang Ekonomi Pemprov Sulteng, Bunga Elim Somba (tengah) dan Asisten Ekonomi Pemkot Palu, Imran M Lataha (kanan) membuka Kickoff Meeting pembuatan outline business case (OBC) Palu Sez-Pantoloan Port, Selasa 9 Mei 2017 di Mercure Hotel Palu. Foto: HUMAS PEMKOT PALU

PALU EKSPRES, PALU – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu yang ditetapkan sejak 3 tahun lalu belum menunjukkan kemajuan berarti. Setidaknya jika melihat jumlah investor yang kini mulai beraktifitas di kawasan itu.

Sebagaimana diutarakan Asisten Bidang Ekonomi Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Bunga Elim Somba, mewakili Gubernur membuka Kick of Meeting pembuatan outline business case (OBC) Palu Sez-Pantoloan Port, Selasa 9 Mei 2017 di Mercure Hotel Palu.

Jumlah investor yang benar-benar menunjukkan keseriusan mengembangkan bisnisnya di sana hanya 3 perusahaan. Pertama Asbuton Jaya Abadi yang bergerak dibidang aspal alam. Rencana nilai investasi perusahaan ini sebut Elim Somba berkisar Rp100miliar dengan perkiraan tenaga kerja 100 orang.

Kedua PT Hong Thai Internasional yang bergerak diusaha pengolahan getah pinus. Rencana investasinya Rp15,7 miliar dengan perkiraan tenaga kerja 100orang. Kemudian PT Sofi Agro Industries pada bidang usaha industri kopra minyak mentah dan produk masak kelapa. Nilai investasi perusahaan ini ujar Elim, kurang lebih 1.380.000 US Dolar dengan tenaga kerja 625orang.

“Ketiga perusahaan itu kini memasuki tahap konstruksi,”jelasnya.

Namun menurutnya, tiga perusahaan itu setidaknya telah memberi gambaran mengenai kesiapan operasional KEK Palu. Keseriusan ketiga perusahaan itupun diharap menjadi awal penarik minat bagi investor lain untuk segera menanamkan modalnya. Elim menambahkan, KEK Palu kini telah menjadi perhatian pemerintah pusat melalui Sekretariat Dewan KEK Nasional untuk percepatan. Karena itu harusnya KEK Palu sudah beroperasi pada batas deadline yakni 20 Mei 2017.

“Namun memang salahsatu kendala utama operasional KEK masih masalah pembebasan lahan,”sebutnya.
Dia pun berharap Pemkot dan PT Bangun Palu Sulteng (BPS) sebagai pengelolah bisnis di KEK Palu dapat lebih berperan aktif dalam upaya pembebasan lahan.

“Berperan aktif melibatkan peran serta pihak swasta dalam pembebasan lahan,”harap Elim.
Kick Off meeting pembuatan outline business case (OBC) Palu Sez-Pantoloan Port. BPS-STM Deloitte -LPEM UI ini dihadiri Ketua DPRD Palu, Asisten 2 Pemkot Palu, Imran. Kepala DPMPPTSP Sulteng, Sandra L Tobondo.

Administratur KEK Sushanti Elvira Mastura, Kepala BPS Mulhanan Tombolotutu. Serta konsultan Deloit dan perwakilan PT Pelindo. Kick of meeting ini digelar untuk membahas penyusunan pengembangan KEK Palu dan dermaga Pelabuhan Pantoloan.

Dalam sambutannya Imran, mewakili Walikota Palu berharap kegiatan tersebut dapat memperoleh masukan dari berbagai stalkehokder yang terkait penyusunan dokumen.

(mdi/Palu Ekspres)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top