Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Soal Kertas Suara, Panwaslu Parimo Surati PT Pura Barutama

0

PALU EKSPRES, PARIGI – Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Parigi Moutong yang diwakili oleh Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antarlembaga (PHL), mendatangi salah satu perusahaan percetakan, PT Pura Barutama di Kabupaten Kudus. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan berdasarkan UU Nomor 10 tahun 2016 dan Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2017 yang akan digunakan pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati pada tanggal 27 Juni 2018 mendatang.

Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan antar Lembaga di Panwaslu Parimo, Muhammad Rizal, kepada Palu Ekspres, Kamis (17/5) mengatakan, kedatangan pihaknya untuk melakukan sinkronisasi penandatanganan hasil spesimen yang diserahkan kepada perusahaan.

Dalam pengawasan ini, mereka memastikan tempat percetakan suara yang diatur dalam kontrak perundang-undangan, kemudian juga memastikan hasil spesimen yang ditandatangani oleh pihak Panwaslu dan KPU serta ketiga pasangan calon.

“Di dalam spesimen itu apakah pihak perusahaan menerbitkan surat suara sama dengan kesepakatan tersebut, dari sisi warna, desain dan ukuran,”kata Rizal. Ia menyebutkan, pihaknya telah melayangkan surat kepada pihak perusahaan sebagai upaya pencegahan, preventif agar mereka tidak keluar dari koridor yang sudah diatur dalam perundang-undangan No. 10 Tahun 2016 dan PKPU Nomor 9 Tahun 2017 tentang Norma, Standar, Prosedur kebutuhan pengadaan di Pilkada Parimo.

Demikian pula sinkronisasi mengenai Peraturan Bawaslu nomor 12 Tahun 2015 tentang Pengawasan dan Perencanaan Pengadaan dan Pendistribusian Penyelenggaraan pemilihan.

“Surat yang saya berikan diterima oleh kepala marketing tehnikal suport yang menerima himbauan tersebut, dimana mengingatkan pihak perusahaan bahwa hasil cetak tersebut terpenuhi unsur yang diatur dalam UU baik PKPU dan Perbawaslu itu sendiri dari sisi ukuran, warna, kualitas hasil dan apa yang telah disepakati” jelasnya Rizal.

Menurutnya, terkait unsur dalam perundang-undangan yang dimaksud, yaitu pencetakan nomor urut, foto, nama pasangan calon dimana sudah sesuai atau kualitas hasilnya.
Disamping itu juga kata dia, terkait jumlah yang akan dicetak sesuai dengan DPT yang ada, kemudian ditambahkan cadangan 2,5 persen dan dua ribu untuk Pemungutan suara ulang jika ada, semuannya tidak boleh melebihi dari jumlah yang ada.

Satu kesimpulan yang diharapkan pihak Panwaslu katanya, adalah hasilnya harus sesuai dengan aturan yang berlaku, apa kesepakatan yang telah disepakati tim pasangan calon kemudian ditambah KPU dan Panwas.

Soal percetakannya, pihak perusahaan masih menunggu jadwal dan menyarankan kepada KPU agar melibatkan beberapa petugas untuk melakukan pengawalan hingga pada saat pendistribusian dari perusahaan sampai ke Parigi Moutong.

“Panwas akan ikut pengawasan baik pencetakan dan distribusi surat suara agar bisa terjamin kualitasnya hingga tersalurkan ke setiap kecamatan,”pungkasnya.

(asw/Palu Ekspres)

Leave A Reply

Your email address will not be published.