SMP Negeri 2 Satap Moutong Butuh Guru – Palu Ekspres
Daerah

SMP Negeri 2 Satap Moutong Butuh Guru

 

PARIGI, PE – Kondisi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Satap Moutong sangat memperihatinkan. Pasalnya, selain kondisi sekolah yang tidak maksimal, juga terganjal dengan tenaga pengajar. Namun yang mengajar di sekolah tersebut hanya tenaga honorer.
Hasania salah seorang guru honorer mengaku, sekolah yang ditempatinya mengajar tersebut memiliki siswa  23 orang. Sementara jumlah tenaga guru hanya enam orang dan akibat ketidak tersediaannya guru di sekolah tersebut akan mempengarui penerimaan siswa baru kedepan.

“Sebenarnya tahun lalu, banyak anak–anak yang bersekolah di sini. Mereka berhenti di tengah jalan karena sekolah ini kekurangan guru. Kami tidak bisa berbuat apa–apa karena memang kondisinya seperti itu,”tutur  Hasania kepada Palu Ekspres,  Rabu 26 Agustus.
Hasiania menyebutkan, sekolah Satap ini diketahui jumlah siswa kelas satu berjumlah 13 orang dan siswa kelas dua 10 orang sedangkan kelas tiga hanya satu orang saja. Ruangan yang hanya tiga lokal selain dijadikan ruangan kantor, dua ruangan digunakan untuk proses belajar mengajar sedangkan satu ruangan lainnya bagi menjadi dua bagian untuk kelas lain.

“Dua lokal kami fungsikan dan satu lokal lainnya kami bagi dua,”sebutnya.
Lebih lanjut mengatakan, selain kekurangan ruangan rombongan belajar, sekolah yang terletak di ujung  perbatasan utara Kabupaten Parigi Moutong. Fasilitas pendukung, seperti buku mata pelajaran, istrik, mobiler, komputer sama sekali tidak dimiliki sekolah tersebut. Bahkan beberapa guru yang melakukan proses belajara mengajar terkendala dengan keterbatasannya buku panduan. Sehingga pihak sekolah terpakasa meminjam buku  dari sekolah lain. Tidak hanya itu masih Hasania, sekolah tersebut tidak memiliki listrik sehingga pada pekerjaan kebutuhan administarsi sekolah juga mangalami kendala.
“Print kertas saja kami tidak miliki, apalagi komputer pak!. Terusterang pak, untungnya ada  laptop milik salah seorang guru yang sering kami gunakan, pada hal komputer sangat menunjang buat  kebutuhan sekolah itu,”ungkapnya.

Dari enam guru yang bertugas disekolah tersebut, mengaku kondisi sekolah yang ditempatinya mengajar sudah selayaknya bisa diperhatikan. Seba kata dia, jika hal ini dibirakan generasi yang ada di Desa Sijoli ini akan putus ditengah jalan. Masih dia, Perhatian yang lebih diutamakan adalah penempatan tenaga guru yang bertugas disekolah tersebut harus tingkatkan. Jika sekolah tersebut memenuhi kebutuhan gurunya dipastikan siswa yang akan melanjutkan di SMP Negeri Dua Satap Moutong akan lebih meningkat penerimaan siswa baru tiap tahunnya.
“Intinya disekolah ini adalah tenaga  guru dan ini yang harus diperhatiakn oleh pemrintah jangan cuman janji – janji saja tapi harus dibuktikan. Jika kebutuhan guru terpenuhi di sekolah Satap ini,  saya yakin pasti siswanya akan lebih meningkat tiap tahun,” pungkasnya. (ady)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top