SMKN 7 Menuju Status Sekolah Unggulan – Palu Ekspres
Pendidikan

SMKN 7 Menuju Status Sekolah Unggulan

Kepala SMKN 7 Palu, Ashar Nurdin

PALU EKSPRES, PALU – SMK Negeri 7 Palu telah secara langsung didorong oleh pemerintah daerah Provinsi Sulteng, bersama dengan DPRD Sulteng untuk menjadi sekolah unggulan berbasis kemaritiman. Kepala SMKN 7 Palu, Ashar Nurdin menyebutkan untuk menuju status sekolh unggulan tersebut, dibutuhkan persiapan dan pengembangan yang memakan waktu tidak sedikit.

Ashar menyebutkan, biasanya waktu yang dibutuhkan untuk menjadi sekolah unggulan minimal 5 tahun. Rentang waktu tersebut, digunakan untuk memenuhi beberapa syarat, baik pengembangan sarana pra sarana maupun faktor pendukung lainnya.

“Biasanya proses menjadi sekolah unggulan minimal 5 tahun, karena masih harus memenuhi beberapa syarat, jadi dia berproses itu dan semuanya harus digenjot. Tahun 2017 ini dimulai prosesnya, dan oleh Blitbangda sedang diteliti apakah layak SMKN 7 Palu menjadi sekolah unggulan,” kata Ashar, di ruang kerjanya, Senin (28 /8).

Ashar menyebutkan, setidaknya ada tiga hal yang mesti dipersiapkan, untuk SMKN 7 Palu menuju pada status sekolah unggulan. Yang pertama, ialah ketersediaan lahan untuk mendukung kegiatan-kegiatan sekolah unggulan ke depan.

Ia menjelaskan, saat ini SMKN 7 Palu memiliki lahan seluas kurang lebih 7.800 meter persegi. Luas lahan tersebut dianggap masih kurang, untuk menunjang kebutuhan sekolah unggulan. Terkait hal ini, Ashar mengaku sudah menyampaikan pada rapat teknis, yang dihadiri oleh Sekdaprov Sulteng bersama Ketua Komisi IV DPRD Sulteng, beberapa waktu lalu.

“Yang pertama saya sampaikan (pada rapat teknis-red) adalah mengenai lahan. Lahan kita ini kan hanya 7800 meter persegi, kalau melihat hal itu masih belum memungkinkan, Sehingga saya sampaikan, ada perluasan lahan agar akses kegiatan di SMKN 7 Palu ini, betul-betul sesuai dengan keinginan kita. Itu minimal dibutuhkan 2 hektar lahan,” jelasnya.

Yang kedua lanjut Ashar, ialah ketersediaan alat-alat pendukung proses pendidikan. Menurutnya, ketersediaan alat-alat tersebut sangat membutuhkan peran dari pemerintah, mulai dari pemerintah daerah hingga pemerintah pusat.

Alat-alat yang dimiliki oleh SMKN 7 Palu saat ini, masih serba terbatas karena masih merupakan pengadaan dari dana BOS. Ashar melanjutkan, untuk SMK bidang Kemaritiman alat yang diperlukan contohnya adalah kapal latih, serta alat-alat navigasi lainnya.

“Alat-alat pendukung yang kita miliki, masih pengadaan dari dana BOS. Belum ada subsidi dari kementerian untuk alat khusus di bidang kemaritiman. Alat (yang dibutuhkan-red) ini mahal, kalau yang namanya simulator bisa mencapai milyaran, dana BOS tidak bisa dibelanjakan untuk ini, jelas perlu dukungan pemerintah, baik daerah maupun pusat,” ujarnya lagi.

Ketiga, yang dibutuhkan adalah ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai. Ashar menyebutkan, sebagai lembaga yang dapat mengeluarkan sertifikat kompetensi, syaratnya adalah minimal memiliki SDM sebanyak dua orang, di tiap bidang keahlian yang bersangkutan, baik di nautika kapal niaga maupun kapal penangkap.

Di SMKN 7 Palu sendiri, telah tersedia tiga jurusan, yakni nautika kapal penangkap ikan nautika kapal niaga dan agribisnis pengolahan hasil perikanan. Sehingga, masih membutuhkan tambahan SDM, untuk mendukung proses menuju sekolah unggulan nantinya.

“SDM juga menjadi slah satu indikator utama, untuk menjadi sekolah unggulan. Rencana kita, untuk jurusan nautika kapal niaga ini ada 2 orang guru yang bisa stand by di situ, sedangkan kita baru punya satu guru honor itupun honor dari uang komite,” demikian Ashar.

(abr/Palu Ekspres)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!