Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Semester I 2018, Kasus Curanmor Mendominasi di Sulteng

0

PALU EKSPRES, PALU – Kasus kriminal di Sulawesi Tengah selama Januari – Juni 2018, masih didominasi 5 kasus menonjol. Tempat teratas ditempati pencurian kendaraan bermotor sebanyak 827 kasus kemudian kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di posisi kedua dengan 215 kasus lalu kasus penyerobotan tanah 47 kasus. Kemudian pembunuhan 14 kasus dan terakhir traffiking inpersion 1 kasus. Total kasus kriminal selama 2018 mencapai 1.104 kasus. Kapolda Sulteng Brigjend Pol Drs Ermi Widyatno MM, saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di ruang Rupatama Mapolda Sulteng menjelaskan, dari 1.104 kasus kriminal tersebut, 516 di antaranya sudah diselesaikan atau 46,73 persen. Sisanya kata dia, masih sedang berproses. Kasus curanmor sebagai krminimal tertinggi mengalami penurunan jika dibandingkan pada 2017 yang mencapai 1.029 kasus. Turunnya angka curanmor tersebut ungkapnya bisa disebabkan dua hal. Pertama, berkurangnya pelaku pencurian atau kemungkinan kedua, banyak pelaku berkeliaran yang belum tertangkap atau yang tidak diketahui aparat. ”Kemungkinannya bisa dua itu. Yang pasti aparat akan terus memastikan pelaku kriminal di Sulawesi Tengah bisa ditangani dengan baik,” jelasnya dalam ekspose HUT ke 72 Bhayangkara yang akan diperingati Rabu 11 Juli 2018 di Mapolda hari ini.

Dikatakannya, selain angka kriminalitas, Polda Sulteng juga membukukan sedikitnya ada 44 kasus pidana khusus. Ada 5 kasus menonjol dalam pidana khusus ini, antara lain, pidana di sektor kehutanan 13 kasus, migas 15 kasus dan ITE 61 kasus. Menariknya kasus Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) ini 28 kasus lainnya dicabut oleh si pelapor. Sisanya kasusnya terus berproses. Selanjutnya ada lagi pidana korupsi 13 kasus serta kasus fidusia 13 kasus. Menurut Kapolda dilihat dari trendnya kasus pidana khusus turun sebesar 4 persen di banding tahun 2017 yang mencapai 80 kasus.

(kia/Palu Ekspres)

Leave A Reply

Your email address will not be published.